PKSPL LPPM IPB, Garda Depan Implementasi ICM di Indonesia

PKSPL LPPM IPB, Garda Depan Implementasi ICM di Indonesia

pkspl
Berita
Selain memiliki potensi ekologi-ekonomi yang sangat besar, wilayah pesisir dihadapkan pada ancaman kerusakan lingkungan, yang berujung pada pemiskinan masyarakat yang tinggal di dalamnya. Penyebab permasalahan tersebut, diantaranya adalah kentalnya kontestasi antar sektor yang dilengkapi dengan minimnya koordinasi antar lembaga yang berkepentingan. Isu tersebut mencuat dalam acara “National Training Workshop on Baseline/Risk Vulnerability Assessment and State of the Coast Reporting (SOC) for ICM Sites in Indonesia”. Acara yang dilaksanakan di Bali pada tanggal 9 Agustus 2016 ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Integrated Coastal Management (ICM) di Indonesia yang disupport Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI sebagai focal point untuk Indonesia dan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai ICM National Learning Center di Indonesia.
 
Kepala PKSPL LPPM IPB, Dr. Ario Damar, mengingatkan bahwa permasalahan wilayah pesisir harus diselesaikan secara utuh dan terpadu mulai dari hulu sampai wilayah pesisir dan laut. Oleh karena itu, ICM adalah suatu pilihan yang dikawal PKSPL LPPM IPB untuk menjawab kompleksitas permasalahan tersebut. “Sebagai pembelajaran, dipilih enam wilayah prioritas yaitu Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tangerang, Kota Bontang, Kabupaten Lombok Timur, Kota Semarang, dan Provinsi Bali yang meliputi Gianyar, Buleleng, Tabanan, Badung, Jembrana, Karang Asem, Bangli, dan Klungkung,” ujar Dr. Ario.
 
Dalam pelaksanaan program ICM tersebut, PKSPL LPPM IPB sebagai National ICM Learning Center melibatkan dan membina perguruan tinggi lokal sebagai pendamping pemerintah provinsi/kabupaten/kota yang menjadi lokasi prioritas. Adapun perguruan tinggi pendamping tersebut, yaitu Universitas Udayana (mendampingi Provinsi Bali dan delapan Kabupatennya), Universitas Mataram (mendampingi Kabupaten Lombok Timur), Universitas Mulawarman (mendampingi Kota Bontang), Universitas Diponegoro (mendampingi Kota Semarang), serta Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Tangerang dibina dan didampingi langsung oleh PKSPL LPPM IPB.
 
Dr. Ario mengungkapkan bahwa pertemuan ini diharapkan masing-masing pemerintah provinsi/kabupaten/kota diminta untuk melakukan shelf auditing terkait dengan status wilayah pesisirnya guna pelaksanaan program ICM di lokasi prioritas.***