IPB Tuan Rumah Simposium Internasional “Infectious Disease and Climate”

IPB Tuan Rumah Simposium Internasional “Infectious Disease and Climate”

Simposium-internasional-ok
Berita
Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan International Symposium “Infectious Disease and Climate”, Rabu-Kamis (3-4/8) di IPB International Convention Center (IICC) Bogor. Acara dibuka oleh Wakil Rektor bidang Riset dan Kerjasama IPB, Prof.Dr. Anas Miftah Fauzi. Simposium ini menghadirkan pembicara dari Jepang, Thailand dan Indonesia termasuk dari IPB, diantaranya Prof.Dr. Yonny Koesmaryono dan Prof.Dr. Wayan T Wibawan. 
 
Prof. Anas menyampaikan bahwa penyakit  menular termasuk zoonosis saat ini menjadi masalah global sebagai penyakit yang bisa menyebar lebih mudah karena transportasi massal dan gerakan orang di antara negara-negara. Zoonosis seperti ebola, mers, SARS, avian influenza telah dilaporkan mengakibatkan kematian manusia dan menjadi masalah serius di beberapa negara dan ancaman pandemi untuk orang lain. Beberapa zoonosis seperti rabies dan flu burung yang zoonosis virus, dan juga antraks, yang merupakan zoonosis bakteri.
 
Untuk itu, terang Prof Anas, para saintis perlu terus melakukan penelitian dan pengawasan yang komprehensif untuk mendukung pengendalian dan pencegahan penyakit zoonosis. IPB sendiri sebagai perguruan tingi terbesar terkait dengan pertanian, kesehatan hewan dan kesehatan lingkungan, mengambil tanggung jawab untuk membantu dan mendukung pemerintah Indonesia dalam pencegahan dan pengendalian zoonosis tersebut.
 
National Zoonosis Center dan FKH IPB melakukan sebuah proyek penelitian kolaborasi pada studi ekologi dan identifikasi virus dan isolasi kelelawar atau flying fox (Pteropus sp), bersama dengan Nagoya University, Tokyo University of Agriculture and Technology dan Yamaguchi University di Jepang, di bawah skema SATREPS Pendanaan. Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk menyaring dan mengidentifikasi kemungkinan virus dan virus baru penyakit zoonosis virus flying fox atau kelelawar di Indonesia.
 
Proyek penelitian juga mencakup beberapa studi termasuk studi tentang hubungan lingkungan dan iklim dengan frekuensi terjadinya berbagai penyakit zoonosis. Pendekatan yang unik namun dianggap sebagai alat yang berguna untuk memberikan pemahaman yang lebih baik dari penyakit dan patogen mereka.  Selain simposium digelar juga dua workshop terkait pengolahan data klimat dan tentang desain primer untuk identifikasi virus. (dh)