Kiprah IPB Mengabdi untuk Masyarakat

Kiprah IPB Mengabdi untuk Masyarakat

Situ-gede-2-1024x680
Berita
Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, disamping pendidikan dan penelitian.
 
 Penyelenggaraan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diarahkan untuk meningkatkan reputasi IPB sebagai Perguruan Tinggi Negeri – Badan Hukum (PTN-bh) yang peduli dengan kondisi dan kemajuan bangsa, khususnya dalam bidang pertanian, kelautan, dan biosains. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian Tri Dharma untuk mewujudkan visi IPBsebagai pelopor perguruan tinggi nasional berkelas dunia yang unggul dan inovatif, mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan dijiwai nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila.
 
Wakil Kepala Bidang Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB Dr. Hartoyomengatakan, kegiatan pengabdian kepadamasyarakat melibatkan seluruh warga kampus, yaitu dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan serta alumni. Melalui pengabdian kepadamasyarakat, IPB menghadirkan inovasi teknologidi tengah-tengah masyarakat dan untuk mensejahterakan bangsa Indonesia. Bahkan di tengah arus globalisasi, IPB telah menawarkan kepada dunia untuk menyelenggarakan kegiatankolaborasi pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para mahasiswa dan dosen asing untuk berkarya bersama di Indonesia.
 
Ia menambahkan, pengelolaan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di IPB dikoordinir oleh LPPM dengan melibatkan civitas akademika dari departemen, fakultas, dan pusat, serta  unit penunjang lain di lingkungan IPB. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diselenggarakan dengan berbagai skim, dengan dikemas secara terintegrasi dalam satu wadah yang dikenal sebagai simpul kolaborasi inovasi (collaborative innovation center).
 
 
 
Simpul Kolaborasi Inovasi: Integrasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PPM)
 
Sebagai upaya untuk mengintegrasikan dan meningkatkan efektivitas kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, LPPM-IPB mengembangkan wadah kegiatan PPM yang disebut simpul kolaborasi inovasi. Simpul kolaborasi inovasi ini pada dasarnya menghadirkan hasil penelitian yang berupa teknologi dan inovasi dengan metode pendampingan masyarakat petani dalam suatu kawasan/sentra produksi pertanian. Tujuannya adalah menuju sistem produksi pertanian yang modern dan optimum dalam rangka pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PPM) yang efektif.
 
IPB Goes to Field (IGTF) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik merupakan contoh kegiatan yang dilakukan oleh LPPM IPB dalam rangka pengabdian kepada masyarakat. Kedua kegiatan ini melibatkan mahasiswa secara aktif di lapangan. IGTF dan KKN Tematik merupakan suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah masyarakat di luar kampus, yang secara langsung bersama-sama masyarakat mengidentifikasi dan menangani masalah pertanian dan lingkungan serta masalah pembangunan lain yang dihadapi di daerah. Perbedaan mendasar dari kedua kegiatan ini adalah status akademik, di mana IGTF merupakan kegiatan yang bersifat sukarela (non SKS) diikuti oleh mahasiswa sedangkan KKN Tematik adalah kegiatan kurikulum yang wajib (SKS) diikuti oleh mahasiswa S1 IPB. IGTF bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dan memfasilitasi mitra kerja IPB dalam mengatasi permasalahan pembangunan di masyarakat.
 
Ia menegaskan,  KKN IPB telah dilaksanakan sejak tahun 1970-an. Hingga tahun 2002, KKN wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa program sarjana IPB.  Tahun 2002-2010, KKN dilakukan oleh Fakultas Pertanian (Faperta) yang bertransformasi menjadi Kuliah Kerja Profesi (KKP) IPB.  Pada tahun 2010, KKP menjadi terintegrasi antara Faperta, Fakultas Ekologi Manusia (Fema), dan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM).  Tahun 2014 KKP kemudian  terintegrasi lagi menjadi Faperta, Fema, FEM dan Fakultas Peternakan (Fapet). Tahun 2015 KKP IPB berubah menjadi Kuliah Kerja Nyata Berbasis Profesi (KKN-P). KKN-P IPB ke depan merupakan KKN Tematik didesain secara terintegrasi antar fakultas dan dilaksanakan di lapang secara team work (interprofesional) antar profesi di lingkungan IPB.
 
Selanjutnya, Dr. Hartoyo menjelaskan tentang IPB Cyber Extension (Cybex). IPB Cyber Extension merupakan kegiatan penyuluhan pertanian yang dilaksanakan dengan media teknologi informasi. Tujuannya adalah mengembangkan sistem informasi pertanian berbasis web yang terpadu, terintegrasi, tepat guna dan bermanfaat bagi penyuluh, kelembagaan penyuluhan serta pelaku agribisnis ataupun para pihak lainnya. Dengan kegiatan ini menjadikan IPB berkontribusi aktif dalam pengembangan pertanian menuju kemandirian pertanian secara luas. “Cybex IPB menyajikan informasi interaktif baik hasil riset maupun pengalaman empiris petani dan penyuluh serta berbagai lembaga pertanian. Komoditi Cybex IPB sebanyak 17 komoditi yang dapat diakses di cybex.ipb.ac.id.,” tuturnya.
 
Kemitraan desa lingkar kampus IPB merupakan perwujudan dari Tri DharmaPerguruan Tinggi khususnya di bidang pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh IPB. Program ini melibatkan seluruh civitas akademika IPB dalam rangka pemberdayaan masyarakat di 17 desa/kelurahan di sekitar kampus. Kegiatan ini antara lain, pengelolaan jaringan irigasi, pengembangan Posdaya,pembinaan dan santunan anak yatim desa lingkar kampus, kegiatan Jumling (Jumat keliling), dan kegiatan lainnya di desa/kelurahan lingkar kampus. Harapannya kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia (SDM) desa lingkar kampus, meningkatkan pemanfaatan lahan dan sumberdaya agraris, meningkatkan ketahanan pangan, dan memperkuat institusi setempat sebagai sarana pembelajaran sosial dalam memecahkan permasalahan sosial, ekonomi, dan lingkungan sekitarnya. (Awl)