CARE LPPM IPB Dukung Gerakan Lima Juta Biopori

CARE LPPM IPB Dukung Gerakan Lima Juta Biopori

Care-biopori
Berita
Upaya menciptakan keberlanjutan kelestarian lingkungan di masa depan sudah selayaknya dilakukan sejak usia dini. Pemahaman terhadap pelestarian lingkungan juga akan lebih efektif diikuti dengan keterlibatan langsung dalam aktivitas pelestarian lingkungan seperti halnya yang dilakukan oleh Pusat Kajian Resolusi Konflik dan Pemberdayaan (CARE) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama komunitas Bogor Sahabat (BOBATS). Aksi lingkungan melalui pembuatan biopori di Taman Koleksi Kampus IPB Baranangsiang Bogor, Jumat (1/4), dilakukan oleh CARE LPPM IPB, Komunitas BOBATS serta guru dan siswa TK Al Fikri Bogor.
 
Acara tersebut dihadiri Ir. Khamir R. Brata, MSc selaku inovator biopori yang turut mendiseminasikan informasi seputar peran, manfaat, serta teknik pembuatan biopori yang tepat. Acara ini juga dilakukan dalam rangka mendukung gerakan lima juta biopori di Kota Bogor yang diinisiasi oleh Komunitas Bobats dan Koran Radar Bogor. Misi utama gerakan ini adalah menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui pembuatan lubang biopori dalam upaya peningkatan resapan air dan pemanfaatan sampah organik.
 
“Kami memiliki desa binaan di berbagai daerah. Di sana kami juga mengajak para warga membuat lubang resapan biopori, yang juga dijelaskan langsung bagaimana memanfaatkannya oleh penemunya,” terang Kepala Care IPB, Prof.Dr. Sumardjo.
 
Lebih lanjut Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB ini mengatakan bahwa kegiatan ini pun sekaligus merupakan bentuk dukungan Care LPPM IPB terhadap program Pemkot Bogor yang telah mencanangkan Bogorku bersih baru-baru ini.
 
Sekarang ini, katanya, permasalahan sampah dan banjir sedang trend dibicarakan di Bogor. Sehingga sangat tepat, pendidikan atau ilmu mengenai biopori ini disebarkan ke masyarakat Bogor agar mereka bisa menanggulangi banjir. “Menciptakan tradisi membuang sampah yang baik, dengan membuat lubang resapan biopori dan membuang sampah di lubang tersebut,” ujarnya.***