Ummar Gelar Pasar Ummat

Ummar Gelar Pasar Ummat

Pasar-ummat
Berita
Melalui teknologi berbasis aplikasi, Ummah Market (Ummar) menjadi wadah bagi para pengusaha muslim untuk saling terhubung satu sama lainnya, dan membangun lingkungan perdagangan islami sesuai percontohan Rasulullah saat membangun pasar di Madinah. Lingkungan perdagangan yang produknya halal, bebas riba, praktek zhalim, praktek curang, spekulasi dan berbagai hal yang haram. Untuk mewujudkan hal tersebut, melalui kerjasama dengan berbagai stakeholder bisnis syariah, UMMAR melakukan kegiatan online dan offline. Salah satu kegiatan offline adalah Pasar Ummat yang telah diadakan di Mall Botani Square Bogor IPB International Convention Center – Mesjid Alumni IPB, (15-21/2).
Acara Pasar Ummat merupakan salah satu kegiatan offline yang diadakan oleh Ummar. Kali ini bekerjasama dengan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI). Acara diadakan seminggu penuh, dengan konsep acara memadukan lima kegiatan dalam satu event, yakni trade fair, seminar, workshop, edutainment dan tausiyah.
Menurut Founder UMMAR, Putra Fajar, Pasar Ummat diselenggarakan di Mall Botani Square karena mall ini adalah tempat belanja teramai dan paling populer di Kota Bogor sehingga para pedagang muslim yang secara berjamaah berdagang diharapkan selain mendapatkan banyak pembeli juga dapat menunjukan eksistensinya di masyarakat. Konsep acara yang memunculkan nuansa islami diharapkan bisa mewarnai mall dengan nuansa perdagangan Islam.
Pada sambutannya di pembukaan Pasar Ummat, ulama nasional Prof. DR. Didin Hafidhuddin, mengatakan untuk menghadapi kekuatan kapitalis dan materialis sekarang ini tidak bisa sediri-sendiri karena akan mudah dipatahkan dan melelahkan, bersama-sama akan lebih kuat. Para pengusaha harus aktif melihat peluang, apalagi sekarang ada trend mencari yang serba halal. Ini sebuah peluang yang jangan sampai direbut orang lain, apalagi dengan sudah berlakunya MEA.
Sementara itu, Irfan Syauqi Beik, Direktur Center of Islamic & Business Economic Studies (CIBEST) mengatakan trend yang terjadi saat ini adalah justru ketika bisnis-bisnis berbasis konvensional menurun, bisnis berbasis syariah kian meningkat hingga miliaran dolar. Volume bisnis syariah saat ini mencapai 2,4 triliun dolar di berbagai industri seperti makanan, minuman, kesehatan, traveling, dan lain-lain.
Walikota Bogor Bima Arya menyatakan penghargaannya kepada kegiatan membangun sinergi dan jejaring bisnis islami dengan memanfaatkan teknologi yang diinisiasi melalui aplikasi UMMAR. Menurut Bima, segmentasi muslim yang sangat peduli pada produk-produk halal, dan pelaku bisnis islami pasarnya sangat terbuka. ***