Menuju IPB Green Campus 2020

Menuju IPB Green Campus 2020

Green-Campus-3
Berita
Sejak lama Institut Pertanian Bogor (IPB) mengidam-idamkan menjadi green campus, kampus hijau yang ramah lingkungan dan minim polusi. Pelan namun pasti IPB berusaha mewujudkan empat elemen green campus yakni: green transportation, green movement, green energy dan green building. “Kami membuat tahapan implementasi menuju IPB green campus yang terdiri dari tahapan persiapan dan sosialisasi (2015), pembangunan kapasitas dan infrastruktur (2016), inisiasi green energy (2017), persiapan manajemen limbah atau waste management preparation (2018), green building reorientation (2019) dan IPB  green campus (2020),” papar Kepala Biro Hukum, Promosi dan Humas IPB, Ir. Yatri Indah Kusumastuti, M.Si.
 
Sebagai langkah awal, pada bulan Oktober 2015 ini, lanjut Yatri, M.Si, IPB melakukan uji coba dan sosialisasi gerakan green transportation melalui  integrasi transportasi bus keliling, mobil listrik, sepeda, pedestrian (jalan kaki)  dan pengurangan lalu lintas kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor). Kendaraan pribadi diperbolehkan  masuk ke kampus  pada jalur yang sudah ditentukan.  Secara bertahap IPB  juga melakukan penambahan jumlah sepeda, pengembangan pedestrian yang menghubungkan seluruh gedung, penambahan jumlah shelter (halte), penyediaan parkir kendaraan pribadi dan charger mobil listrik dengan solar cell (tenaga surya). Saat ini IPB sudah  menyediakan sepeda sebanyak 900-an unit, 44 mobil listrik, dan 22 unit bus keliling. Semua sivitas dapat memakai secara gratis sepeda-sepeda tersebut untuk beraktivitas di dalam kampus.
 
Selain itu, IPB sedang mengembangkan portal masuk, aplikasi transaksi pembayaran non tunai, penyediaan bengkel dan teknisi. “Dalam pelaksanaan green transportation, IPB akan merekrut pengojek di lingkungan kampus menjadi karyawan sistem green transportasi sebagai sopir mobil listrik, bengkel sepeda/mobil listrik, penjaga shelter, teknisi, dan berbagai pekerjaan yang menunjang kegiatan tersebut. Biaya retribusi pemakaian green transportasi  akan digunakan untuk menutupi biaya operasional tersebut, di samping subsidi dari pihak IPB,” lanjut Yatri, M.Si.
 
Sebagai alat pembayaran menggunakan fasilitas tersebut, IPB bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) untuk menyediakan kartu elektronik sebagai alat pembayaran. Nanti hanya tinggal tap atau ditempelkan kartu elektronik tersebut saat naik green transportasi keliling.
 
Pada implementasi green energy, IPB berupaya mengurangi penggunaan energi listrik bersumber dari bahan bakar fosil (khususnya yang berasal dari Perusahaan Listrik Negara/PLN) dan menggantikan dengan solar cell. “Kami juga sedang mengembangkan pembangkit listrik tenaga air, biogas dan pengembangan riset untuk bioenergi berbasis biomassa untuk kepentingan Kampus IPB Darmaga. Pembangkit listrik tenaga air memakai sumber air dari sungai Ciapus dan Cihideung,” kata Yatri, M.Si.
 
Sementara untuk implementasi green building dan green open space, IPB membatasi  penggunaan Air Conditioner  (AC) dengan memperbaiki sistem sirkulasi udara ruangan, penghijauan kembali lahan parkir dalam rangka meningkatkan kenyamanan dan keindahan kampus dan pengembangan koleksi plasma nutfah pertanian (buah, kayu, dan lain-lain). “Yang paling penting lagi, IPB tak henti-hentinya melakukan  green movement atau green culture dengan mengubah pola pikir, sikap, dan perilaku sivitas agar berorientasi kepada keramahan lingkungan melalui kampanye penyadartahuan, gerakan sosial massif, pengembangan green champions dan sebagainya. IPB juga membangun kanopi sebagai koridor untuk pejalan kaki, mewujudkan  zero waste campus, pemilahan dan  pengolahan limbah (padat, cair, gas, organisme) serta penggunaan bahan yang mudah terdegradasi,” jelas Yatri, M.Si.(ris)