Temukan Peluang Bisnis Sejak Kuliah, Mahasiswa IPB Kembangkan Brand Tas Lokal

Temukan Peluang Bisnis Sejak Kuliah, Mahasiswa IPB Kembangkan Brand Tas Lokal

vidia
Berita
Peluang bisnis di bidang fashion hingga kini masih sangat menjanjikan, apalagi mengingat segmentasi pasar yakni para remaja semakin banyak memiliki minat yang beragam terhadap fashion, salah satunya tas. Minat dan hobi para remaja untuk mengoleksi dan menggunakan berbagai macam fashion untuk gaya sehari-hari menjadi sebuah inspirasi bagi Vidia Chairunnisa, alumni Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (FPIK IPB) angkatan 42. Sejak masih kuliah, Vidia sudah mulai merintis bisnis tas karena melihat adanya kebutuhan teman-teman di sekitarnya untuk tampil modis dengan modal yang sesuai di kantong mahasiswa. Akhirnya, di tahun 2009 Vidia memutuskan untuk mulai berdagang tas-tas murah yang diambil dari Bandung. Semakin banyaknya permintaan terhadap produk tersebut, ternyata tidak diimbangi dengan desain tas yang tersedia, oleh karenanya setahun kemudian Vidia mulai membuat brand tasnya sendiri dengan label Tas Lutjuw. 
 
Jiwa wirausaha yang didukung dengan kreativitas dan inovasi membuat Vidia mampu memodifikasi desain yang muncul di berbagai majalah dan internet, lalu meminta perajin tas di Bogor untuk membantunya membuat tas-tas tersebut. Seiring berjalannya waktu, demi meningkatkan kualitas produknya, akhirnya Vidia meluncurkan produk tas dengan label Gembool. Vidia mempekerjakan puluhan wanita perajin tas di daerah Bogor yang kemudian dilabeli Gembool. “Nama ini merupakan ide dari konsep produk yang ceria, variatif, dan dekat dengan remaja. Selain itu, kata gembul juga identik kemakmuran, harapannya dengan begitu rezeki bisa lancar,” ujar Vidia. 
 
Wanita yang masih berusia 28 tahun ini memang menjadikan remaja wanita sebagai segmentasi pasar karena dianggapnya sangat potensial. Sebelumnya,  Vidia juga melakukan riset pasar yang hasilnya menunjukkan bahwa remaja mencari produk yang trendi dengan harga yang terjangkau. “Saya mengakali produk dengan memilih bahan baku yang sesuai budget agar dapat menekan biaya produksi dan harga jual. Meski begitu,  saya tetap berusaha memaksimalkan kualitas produk melalui finishing yang rapi,” tambah Vidia. Hal ini merupakan salah satu keunggulan produk Gembool, di mana kualitas handmade bag ini selalu terjaga kerapian jahitan dan lemnya. Selain itu, Gembool juga memberikan layanan garansi hingga setahun untuk reparasi gratis bila terjadi kerusakan.
 
Selama studinya di IPB, Vidia belajar untuk menjalin relasi yang baik dengan banyak orang. Hal ini juga yang kemudian membuatnya kini sudah memiliki lebih dari 40 reseller yang memasarkan tas Gembool secara online hingga ke berbagai daerah. “Distribusi tas Gembool sudah ke mana-mana, dari Aceh hingga Papua kami punya reseller,” ungkap Vidia. Dari total omzet yang Vidia dapat, sekira 15-30 persen-nya berasal dari reseller. Karenanya, Vidia kini memiliki target untuk bisa memiliki setidaknya 100 reseller di seluruh penjuru Indonesia.
 
Vidia menyadari bahwa jurusan yang diambilnya di IPB memang tidak sesuai dengan bisnis yang ia jalani, namun jiwa wirausaha wanita ini mendorongnya untuk terus mengembangkan brand Gembool. Kini, bersama suaminya, Vidia terus meningkatkan kualitas dan produksi tas lokal karya anak bangsa. “Karenanya, kami akan selalu menampung kritik dan masukan dari pelanggan untuk memberikan produk dan pelayanan terbaik,” tutup Vidia.(NRA)