Direktorat KSKP IPB Gelar Lokakarya Strategi Pencapaian Kedaulatan Pangan

Direktorat KSKP IPB Gelar Lokakarya Strategi Pencapaian Kedaulatan Pangan

Kedaulatan-pangan-2
Berita
Direktorat Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian (Dit KSKP) Institut Pertanian Bogor (IPB)  menyelenggarakan Lokakarya dan Expo “Strategi Pencapaian Kedaulatan Pangan”, Rabu (15/4) di IPB International Convention Center Bogor. Peserta lokakarya berasal dari peneliti, staf pengajar, praktisi, petani, pemangku kebijakan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), mahasiswa, pemerhati dan masyarakat umum, serta media massa. Sebagai rangkaian acara, kegiatan ini juga menyelenggarakan expo hasil-hasil pertanian, dan gelar teknologi yang mendukung terwujudnya kedaulatan pangan.
 
Rektor IPB Prof.Dr Herry Suhardiyanto dalam sambutannya menyatakan, “persoalan pangan adalah persoalan yang sangat krusial. Sampai saat ini kita belum bisa berdaulat pangan. Untuk itu, semua elemen harus bekerja keras. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah  membangun dan memperkuat sistem produksi pangan nasional.  Harus segera dilakukan suatu strategi penyelamatan areal tanah pertanian yang semakin menyusut, harus dilakukan lompatan-lompatan yang signifikan dari hulu sampai hilir, dengan menyediakan benih yang baik, pupuk yang cukup, tanah yang subur, irigasi, penyuluh pertanian, dan  sarana transportasi yang mendukung sarana sektor pertanian. Semua itu  harus didukung dan diperkuat dengan ilmu pengetahuan atau teknologi pertanian yang berbasis data yang otentik dari semua unsur sektor pertanian”.
 
Pada sesi presentasi dan diskusi yang dipandu moderator Guru Besar Fakultas Pertanian (Faperta) IPB Prof Dr Damayanti Buchori ini menghadirkan enam narasumber. Para narasumber itu adalah Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr Winny Dian Wibawa; Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Luar Negeri Badan Pengkajian  dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Dr Kasan Muhri; Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo; Direktur Perum Bulog, Lely Pelitasari Soebekty; Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan, Ir.H. Winarno Tohir; dan Wakil Rektor IPB Bidang Sumberdaya dan Kajian Strategis, Prof.Dr Hermanto Siregar.
 
Dalam kesempatan ini, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan, Ir.H. Winarno Tohir, meminta pada pihak terkait agar petani tidak diberi kesibukan mencari sarana produksi pertanian (benih, pupuk, modal). “Petani itu harus fokus dalam meningkatkan produksi di on farm, kapan waktunya menyemai benih padi, kapan waktunya membajak tanah dengan cara dibalik agar produksi bisa maksimal, sehingga hasil panen melimpah,” ujarnya.
 
Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo, menyatakan, “pemerintah berkewajiban mengelola stabilisasi pasokan, harga pangan, cadangan pasokan pangan pokok, serta distribusinya yang harus diperhatikan dengan cermat. Itu semua harus didukung dengan sistem yang baik, mulai dari pembibitan, pengolahan pasca panen sampai produksi pemasaran, dan perhatikan petani jangan sampai dirugikan terus”. (Awl)