Ecodoe Terpilih Top 16 Young Social Entrepreneurs 2015 di Singapura
Ecodoe berhasil terpilih menjadi Top 16 dalam program Young Social Entrepreneurs (YSE) 2015 dari 43 tim peserta dari penjuru Asia dan Belanda. Acara bergengsi yang berlangsung pada 18-21 Maret di Singapura ini, diselenggarakan oleh Singapore International Foundation (SIF) sebagai wadah pemuda untuk mengembangkan wirausaha sosial.
Ecodoe adalah wirausaha sosial yang memanfaatkan limbah bulu domba serta akar wangi dari Garut menjadi produk kerajinan. Ecodoe telah memberdayakan ibu rumah tangga di Desa Babakan Bogor dan pengrajin di Garut, Jawa Barat. Meskipun partisipan kompetisi ini berasal dari beragam negara, ide wirausaha sosial dari tim Indonesia cukup diperhitungkan. Tim Ecodoe merupakan ide dari alumni Institut Pertanian Bogor (IPB).
“Indonesia memiliki banyak potensi lokal. Sebagai pemuda, sudah seharusnya kita berinovasi mengembangkan potensi itu dalam berbisnis dan menjadi jembatan untuk memberdayakan masyarakat,” ujar Tatang Gunawan, delegasi Ecodoe yang merupakan alumni Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB.
Rangkaian kegiatan YSE 2015 tidak hanya mendorong Ecodoe dan partisipan untuk peduli dengan manfaat sosial dari berbisnis, tetapi juga melatih peserta untuk dapat berbisnis secara profesional meskipun masih dalam lingkup bisnis start-up. Demikian dikatakan oleh Larasati Widyaputri, salah satu delegasi Ecodoe yang merupakan alumni Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB. “Penting sekali untuk mengetahui bagaimana cara membuat investor tertarik dengan bisnis kita, karena banyak pemuda yang memiliki ide cemerlang, tetapi kemudian menyerah karena tidak tahu cara mencari dana yang tepat untuk mewujudkan ide tersebut,” imbuhnya.
Ecodoe dan tim yang terpilih ini juga mendapatkan insentif berupa pelatihan dari McKinsey serta study visit ke India pada Agustus 2015 mendatang. Dari 16 tim terpilih, terdapat tujuh tim Indonesia yang akan maju ke tahap final pada Oktober 2015 di Singapura. Pemenang pada tahap final kelak akan diberikan pembiayaan dana sebesar 200 juta rupiah.***
