Agrianita IPB Siap Launching Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera

Agrianita IPB Siap Launching Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera

Agrianita
Berita
Agrianita IPB menggelar Pre Launching Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Warga Usia Lanjut (Wulan), Kamis (26/3) di Wisma Tamu Kampus IPB Dramaga Bogor. Melalui program yang akan di-launching pad a 21 April 2015 mendatang ini, nantinya akan melayani konseling keluarga harmonis dengan pendekatan “life cycle” dari balita hingga lansia.
 
Ketua Agrianita IPB, Enny H Suhardiyanto, SE menjelaskan, PPKS merupakan wadah kegiatan atau rangkaian kegiatan untuk memberikan pelayanan keluarga melalui pemberian Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), konseling, bimbingan dan fasilitasi menuju keluarga berkualitas. IPB, tambahnya, adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang mendirikan PPKS.
 
Sebelumnya, Prof.Dr Clara M. Kusharto selaku Ketua Panitia mengatakan, PPKS didirikan dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam pemberian informasi, konsultasi, dan rujukan yang berkaitan dengan masalah tumbuh kembang anak, pembinaan remaja, kualitas hidup lansia dan pemberdayaan lansia, serta pelayanan keluarga berencana secara holistik dan integratif.
 
Pernyataan senada disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bogor, Ir Siti Nurianty, MM yang mengatakan, PPKS ini bertujuan meningkatkan kemampuan keluarga dalam melaksanakan fungsi keluarga secara optimal agar lebih mandiri. “Melalui kegiatan ini keluarga akan lebih mampu membina dan mengembangkan anggota keluarga dalam kegiatan yang positif, yang berada di dalam keluarga,” terangnya. 
 
Kegiatan Pre-Launching PPKS ini menghadirkan dua narasumber, yakni Drs. Riza Syahrial, MM (Kasubdit Monitoring&Evaluasi Bina Hanlan&Rentan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional-BKKBN Pusat) dan Heni Nur’aeni, SH (Wakil Ketua II Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat). Tampak hadir dalam kesempatan ini diantaranya Camat Dramaga, Paguyuban Pensiunan IPB, dokter puskesmas, bidan desa, 17 Kepala Desa dan Lurah dari lingkar kampus, para penggerak PKK desa-desa lingkar kampus, dosen, dan pegawai IPB. (Awl)