Gempita Kampanye Ayo Kita Makan Ikan
Sekitar lima ribu orang alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) beserta
masyarakat turun ke jalan mengkampanyekan Gerakan Ayo Kita Makan Ikan
(AKMI) yang dikemas dalam kegiatan Jalan dan Sepeda Santai (JSS),
30/11. Kegiatan ini berlangsung sangat meriah di Parkir Timur Senayan,
Jakarta. JSS adalah bagian dari kampanye AKMI dalam rangka peringatan
Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-1. Sebelumnya, berbagai acara
digelar guna meramaikan kampanye ini, di antaranya Street Campaign,
Gebyar Anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Makan Ikan, Festival
Perikanan Nusantara, dan Festival Kuliner Ikan. Ketua Himpunan Alumni
(HA) IPB, Ir. Bambang Hendroyono menyatakan, “Kampanye Gerakan AKMI
diselenggarakan untuk mendorong peningkatan gizi masyarakat dan
kecerdasan (IQ) secara nasional. Kampanye ini mengusung tema “Ikan
untuk Kecerdasan”. Tema ini dimaksudkan dengan mengkonsumsi ikan sejak
dini maka akan terbangun generasi muda yang cerdas, sehat, dan
dinamis”.
Dalam kesempatan ini juga digelar puncak peringatan Harkannas ke-1
dengan mengangkat tema “Ikan Sumber Ketahanan Pangan dan Gizi
Nasional”. Ir. Bambang Hendroyono dalam sambutannya menyatakan, “Tema
ini ditetapkan dengan pertimbangan bahwa pangan dan gizi merupakan isu
strategis yang menjadi tantangan bangsa. Kenyataan menunjukkan bahwa
rakyat Indonesia masih banyak yang menghadapi masalah kekurangan
pangan dan gizi. Oleh karena itu, ikan sebagai bahan pangan yang mudah
diproduksi, bergizi tinggi, tersedia sepanjang tahun, dan menyebar di
seluruh nusantara kiranya dapat menjadi solusi bagi masalah
ketersedian pangan dan gizi yang terjangkau oleh masyarakat luas” .
Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc menyatakan, “Atas
nama IPB, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yangsetinggi-tingginya kepada ibu menteri dan jajaran Kementerian Kelautan
dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI) yang telah mendukung dan
memberikan ruang yang luas kepada HA IPB dan IPB pada khususnya untuk
bersama-sama mengkampanyekan gerakan AKMI.” Banyak sekali hambatan
untuk pembangunan perikanan, kelautan dan juga membangun sistem
produksi pangan dan kita membutuhkan terobosan-terobosan. “IPB dengan
analisis, basis ilmiah, dan kebenaran yang selalu kami junjung tinggi,
kami siap untuk mendukung segenap terobosan-terobosan dari Kelautan
dan Perikanan RI. Terobosan yang berani, membangun sistem produksi
ikan yang berkelanjutan dan berkeadilan untuk membangun pemerataan
ditengah-tengah masyarakat”, tambah Rektor.
Menteri KKP RI, Susi Pudjiastuti menyatakan, “Harkannas ini untuk
mengingatkan kembali dan membangunkan kembali bahwa negeri kita
2/3-nya adalah wilayah laut. Semestinya konsumsi ikan orang Indonesia
lebih besar dari negara lain. Padahal ikan merupakan sumber protein
yang sangat berguna bagi sumberdaya manusia Indonesia. Penggalakan
makan ikan ini untuk membuat masyarakat Indonesia lebih sehat, pandai,
dan bisa bersaing di pasar global”. Untuk menjaga kelestarian sumber
protein bangsa ini, Susi Pudjiastuti mengajak masyarakat untuk
sama-sama memerangi illegal fishing di Indonesia. “No more illegal
fishing!” serunya.
Agar gerakan AKMI ini berkesiambungan, HA IPB bekerjasama dengan
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB menyusun roadmap
sebagai panduan agar kita terus menerus mengkampanyekan hal ini. Ketua
Panitia kampanye gerakan AKMI, Dr. Ir. Tjipta Purwita, MBA menyatakan,
“HA IPB dan FPIK IPB menyadari bahwa agenda mendorong peningkatan
budaya makan ikan di masyarakat tidak mudah dilakukan karena terdapat
berbagai hambatan seperti selera makan (barier of taste), pasokan
(barier of fish supply), dan budaya masyarakat (cultural barier).
Untuk itu, kampanye Ayo Kita Makan Ikan akan dilakukan secara
terstruktur dan masif menggunakan roadmap yang dapat menjadi cara atau
strategi untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut”.
Dekan FPIK IPB, Prof. Dr. Ir. Indra Jaya, M.Sc mengatakan bahwa
roadmap merupakan strategi jangka menengah 2015-2019 yang melibatkan
berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan lintas industri
swasta dan kalangan akademisi. HA IPB akan mendorong agar dalam waktu
lima tahun ke depan akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk
bangsa dan negara. “Hasil penting lima tahun ke depan yaitu
menempatkan nelayan sebagai aktor penting dari peningkatan kecerdasan
generasi muda dan anak-anak, sistem perdagangan ikan yang berkeadilan
(fisheries fair trade system), terjadinya sinergi antar industri,
konsumsi ikan di masyarakat meningkat dan IQ (kecerdasan) nasional
bangsa Indonesia meningkat,” tambah Prof. Dr. Indra Jaya. Roadmap ini
dirumuskan dengan tiga pilar utama, yaitu meningkatnya IQ nasional
Indonesia, terbangunnya budaya makan ikan di masyarakat, dan
terbangunnya industri perikanan Indonesia.
“Kampanye gerakan AKMI dilaksanakan atas kerjasama Kementerian
Kelautan dan Perikanan RI beserta mitra kerjanya, IPB, FPIK IPB, serta
Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bogor”, kata Dr. Ir. Tjipta Purwita, MBA.
Dalam rangka Harkannas ini, KKP RI, Asosiasi Perusahaan Jasa Boga
Indonesia (APJI), Sekolah Tinggi Perikanan (STP), serta didukung oleh
Organisasi Mitra Peningkatan Konsumsi Ikan juga memecahkan rekor
Museum Rekor Indonesia (MURI) berupa "250 Pepes Ikan ala Bumbu
Nusantara" dan "Jumlah Pemelihara Ikan Cupang Hias Terbanyak di
Kampus". Sebagai bentuk rasa syukur, pada kegiatan ini juga dilakukan
pemotongan tumpeng raksasa dimana produk tumpeng ini terbuat dari ikan
hasil perairan Indonesia. (RF)
