Pamelo, Jeruk Asli Indonesia yang Terabaikan

Pamelo, Jeruk Asli Indonesia yang Terabaikan

pamole
Berita
Peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Slamet Susanto menemukan beberapa kultivar jeruk pamelo tanpa biji. Jeruk tersebut bernama Bali merah 2, Jawa 1  dan Muria 1. Prof. Slamet Susanto, menyampaikan jeruk Pamelo termasuk tanaman yang mempunyai sifat partenokarpi yaitu dapat menghasilkan buah, walaupun tanpa penyerbukan sehingga buah yang dihasilkan tidak mempunyai biji.  Demikian dikatakan Prof.Slamet  dalam Press Conference Pra Orasi Guru Besar, Jum’at (6/7) di Kampus IPB Darmaga.
 
Lebih lanjut Prof. Slamet mengatakan,  Pamelo merupakan jeruk asli Indonesia yang saat ini  memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional, namun  sangat jarang petani yang menanam jeruk jenis ini. Banyak masyarakat  beranggapan Pamelo sama dengan jeruk Bali. Padahal  kenyataannya jeruk Bali merupakan salah satu dianatara sekian kultivar Pamelo asli Indonesia. Produksi Pamelo  saat ini masih rendah hanya sekitar 5 persen dari total produksi jeruk yang mencapai 2.2 juta ton, dan pasar lokal masih sangat berpeluang menyerap.
 
Selain itu,  area pengembangannya pun masih terbatas di beberapa sentra utama  yaitu di daerah Magetan, Pangkajene dan Kepulauan  Aceh. Pamelo juga ditemukan di beberapa wilayah lain seperti Jambi, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Banyuwangi.
 
Pamelo ini mempunyai sekitar 24 kultivar  yang dikenal masyarakat. Diantaranya mempunyai rasa sangat enak seperti Srinyonya, Pankep Puih dan Maria Sigolagola. Beberapa Pamelo bahkan ada yang tidak berbiji, namun jenis ini belum banyak dikembangkan di masyarakat.
 
 Pamelo selain memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional juga memiliki khasiat dalam meningkatkan kesehatan tubuh, seperti antioksidan, antikanker dan dapat melarutkan kolesterol.
Guru  Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB ini  menambahkan, hanya beberapa petani maju yang mau mengelola budidaya  jeruk ini.  Hal ini karena diperlukan dorongan dan  pembinaan pemerintah terhadap petani pamelo  dari sisi teknis budidaya dan pemasarannya.(ddh)