Kader Petani Muda Jabar Ikuti Prosesi Api Unggun
Pada Minggu (8/7), kurang lebih empat ratus peserta penataran Kader Petani Muda (Katimu) Jawa Barat megikuti “Prosesi Api Unggun Kader Petani Muda Jabar 2012” di lapangan rumput depan Gedung Rektorat Institut Pertanian Bogor (IPB). Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc bersama Aster Kodam III/ Siliwangi menyalakan api unggun secara simbolik. Hal tersebut diikuti oleh perwakilan para peserta yang ikut menyalakan api unggun bersama-sama.
Dalam sambutannya, Rektor IPB berpesan, “Kepada para kader petani muda yang telah mengikuti pelatihan di IPB. Saudara-saudara sekalian telah mendapatkan bekal yang mungkin memang belum cukup tetapi dapat menjadi awal, menjadi bekal yang sangat penting bagi saudara sekalian untuk terus belajar meningkatkan kompetensi pengetahuan dan kemampuan di bidang pertanian”. Rektor juga menambahkan, “Ketahuilah bahwa Institut Pertanian Bogor selalu siap sedia untuk berbagi pengalaman, berbagi pengetahuan dengan saudara-saudara sekalian. Semua sivitas akademika siap bergandengan tangan dengan kader petani muda untuk memajukan pertanian di Jawa Barat ini.”
Dalam kegiatan ini, dua orang perwakilan dari peserta menyampaikan kesan dan pesan selama mengikuti penataran Katimu. “Suatu kehormatan bagi kami bisa mengikuti suatu event yang akbar ini, suatu event yang sangat berarti ini, dimana kami dibina baik secara pribadi maupun dari segi keilmuan. Karena kami menyadari bahwasanya keilmuan itu suatu hal yang sangat penting. Hidup tanpa ilmu jelas akan buta, dan begitupun sebaliknya, ilmu tidak akan ada manfaatnya apabila tidak direalisasikan” ujar Bryan salah seorang peserta dari Ciamis. Bryan juga berharap, “Harapan kami, untuk ke depan kami akan selalu senantiasa ingin dibimbing, dibina dan difasilitasi”.
Inggit Amini dari Sukabumi, menyampaikan kesan dan pesannya sebagai salah satu peserta wanita yang mengikuti kegiatan ini. “Suatu kebanggan bagi kami, para kaum wanita yang alhamdulillah bisa mengikuti kegiatan ini walaupun hanya berempat, tapi tidak apa, semangat kami adalah semangat 45. Selama kegiatan ini alhamdulillah suka dan duka kami lewati bersama, suatu kebersamaan menjadi sesuatu yang sangat harmoni”, papar Inggit Amini. Inggit juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta Katimu atas kebersamaan mereka dan Inggit juga berharap “Semoga kita dapat melanjutkan perjuangan ini, karena perjuangan kita tidak hanya sampai di sini saja”. (RF)
