MAMAH DEDEH di IPB, CURHAT DONG …..
Kehadiran Mamah Dedeh di acara pengajian akhir tahun Agrianita IPB, Kamis (8/12), menjadi magnet bagi ribuan warga untuk datang mengikuti pengajian akhir tahun Agrianita IPB. Mereka tidak hanya sivitas IPB, tetapi juga kaum ibu dari sejumlah Majelis Taklim di Kota dan Kabupaten Bogor.
Antusiasme warga terlihat dari jam kedatangan mereka di tempat acara. Pukul 06.00 WIB, mereka sudah memenuhi pelataran Grha Widya Wisuda (GWW). Padahal saat itu pintu GWW belum juga terbuka, dan Mamah Dedeh baru akan hadir sekitar pukul 10.00 WIB. Alhasil mereka rela menunggu ‘sang pujaan’ hingga empat jam lamanya.
“Alhamdulillah, jumlah jamaah yang hadir jauh lebih banyak dari perkiraan awal yang hanya mengundang 500 sampai 700 orang saja. Tetapi kini dapat kita saksikan bersama, ada lebih dari dua ribu jamaah yang hadir saat ini. Ini menunjukkan kecintaan dan keinginan kita semua untuk mengaji bersama Mamah Dedeh,” kata Ketua Agrianita IPB, Hj. Enny H Suhardiyanto, seraya mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Agrianita ke-5, dan menyambut Hari Ibu 22 Desember mendatang.
Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Pengembangan IPB Prof.Dr. Hermanto Siregar menyambut gembira kegiatan yang digagas oleh Agrianita IPB ini. Menurutnya, mayoritas jamaah yang perempuan dan narasumber yang juga perempuan, tentu sangat memudahkan untuk bertanya seputar permasalahan yang dialami perempuan itu sendiri.
Mamah Dedeh di awal ceramahnya mengulas sejarah eksistensi perempuan di setiap zaman yang dinilai sangat tidak manusiawi. Barulah setelah Islam datang, derajat dan harkat perempuan mulai terangkat.
Sementara dalam segmen tanya jawab, Mamah Dedeh dengan tangkas menjawab seluruh pertanyaan yang masuk. Ragam pertanyaan yang diajukan sangat membumi dengan keseharian kaum ibu, mulai dari tips cara menangani anak yang nakal, menghadapi perceraian, tips menjadi perempuan pemimpin, hingga bagaimana hukum seorang ibu peserta KB spiral yang meninggal dan dikubur dengan tetap membawa benda berupa spiral tadi.
Hingga ceramah Mamah Dedeh berakhir, antusiasme jamaah tetap tinggi. Mereka segera berlari ke panggung, hingga menunggunya di pintu luar VIP. Cukup sederhana keinginan mereka, yaitu bisa bersalaman dengan Mamah Dedeh yang setiap pagi dilihatnya di layar televisi. (nm)
