IPB Karena Kambing
IPB Karena Kambing
Oleh :
Hevirona Bani Adam
(Departemen Ilmu Produksi dan Tekonologi Peternakan)
Tanggal 18 Mei 2011 saya dinyatakan lulus seleksi SNMPTN jalur undangan bidang studi Teknologi Produksi Ternak di Institut Pertanian Bogor. Bukan main senangnya hingga saya hanya terdiam tidak bisa mengutarakan satu katapun. Orang tua saya memeluk saya terharu, adik saya memberikan saya selamat dengan gayanya yang cuek namun penuh kasih sayang. Tak lupa saya sujud syukur tanda berterimakasih kepada Allah SWT karena saya, insyaAllah diridhoi oleh-Nya dalam menuntu ilmu di bidang yang saya pilih dipilihan pertama seleksi SNMPTN jalur undangan.
Bukan tanpa kendala dan tanpa melawan rasa malu untuk bisa meneguhkan hati dipilihan saya ini. Awal minta restu saya kepada orang tua untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Peternakan IPB ditanggapi oleh mereka dengan rasa terkejut bukan main. Mereka pikir saya main-main dalam menentukan masa depan saya. Tidak disangka oleh mereka karena selama ini saya berkutat di dunia melukis dan olahraga, tiba-tiba ‘membanting stir’ untuk menerjunkan diri ke dunia peternakan. Tidak ada darah peternak sama sekali yang mengalir di diri saya, karena saya terlahir dikeluarga yang kebanyakan menekuni seni. Saya acuhkan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, yang dahulu adalah sebuah impian yang sangat saya idam-idamkan.
Shock dari guru-guru dan teman-teman di sekolah pun saya tanggapi dengan senyum lebar. Wajar jika mereka bereaksi demikian karena sekolah saya, SMA Negeri 70 Jakarta, termaksud SMA unggulan di Jakarta yang banyak siswa-siswanya melanjutkan pendidikan perguruan tingginya ke perguruan tinggi bergengsi di Indonesia seperti UI, ITB atau UGM. IPB jelek?, Tidak!. IPB adalah perguruan tinggi paling unggul se-Indonesia, bukan perguruan tinggi yang mengandalkan gengsi belaka. Dari segi pembelajaran, lingkungan, dosen, senior dan lain-lain, IPB adalah perguruan tinggi yang patut dijadikan sebagai contoh teladan perguruan tinggi lainnya.
Saya selalu membayangkan betapa saya senang jika berkuliah di IPB. Mendapat pelajaran yang tidak hanya sekedar teori, tapi juga pelajaran budi pekerti. Belajar melatih mental dan belajar berorganisasi tanpa ada embel-embel diskriminasi senior ke juniornya. Belajar di lingkungan yang baik dan ramah. Berteman dengan orang-orang dari berbagai penjuru Indonesia, bahkan dari luar negri.
Dan yang paling menjadi daya tarik IPB bagi saya adalah pembelajaran kewirausahaannya yang telah ditanamkan oleh kampus hijau ini sejak mahasiswa baru mengawali jejaknya di sini. Tidak sembarangan saya memilih Teknologi Produksi Ternak. Bukan karena dikatakan sebagai departemen dengan peminat yang kurang banyak, sehingga saya mudah diterima di IPB dan langsung dapat kuliah. Tapi karena saya bercita-cita sebagai peternak sukses di Indonesia, di negeri yang sangat saya cintai dan kagumi keindahan alamnya.
Saya ingin melebarkan sayap di dunia peternakan, terutama peternakan kambing. Selain karena rasa daging kambing yang lezat dan kandungan gizi daging kambing yang tinggi, dari segi agama Islam, kambing adalah binatang ternak yang baik untuk dijadikan hewan qurban dan untuk beramal. Kulitnya juga mempunyai kualitas baik untuk menjadi bahan pakaian dalam bentuk berbagai jenis produk seperti bedug, pakaian, kerajinan seni, dan jika pintar diolah akan menjadi barang mewah dengan nilai jual tinggi. Kualitas susunya pun tinggi, baik bagi kesehatan dan sebagai obat banyak penyakit juga diburu banyak orang walaupun harganya lebih tinggi dibandingkan dengan susu dari binatang perahan lainnya. Banyak keunggulan dari kambing yang membuat saya makin tergiur untuk usaha ternak binatang ini, namun tidak menutup kemungkinan saya mengembangkan usaha saya dalam bidang ternak binatang lainnya.
Belum terpikirkan oleh saya untuk beternak di negeri orang sebelum beternak di negeri sendiri. Tanah di Indonesia harus digunakan sebaik-baiknya. Selain karena luas, kualitas tanahnya tinggi dan lingkungannya sangat mendukung untuk perkembangbiakan binatang ternak. Kenapa harus bersusah-susah mencari tanah diluar negeri, jika negeri sendiri punya tanah yang unggul. Bahkan tak sedikit orang-orang dari negeri barat dan timur yang tergiur dan mengidam-idamkan tanah Indonesia. Di IPB inilah banyak ditanamkan rasa cinta Indonesia pada mahasiswanya. Menjadikan IPB tempat perkumpulan orang-orang yang cinta ibu pertiwi dan mempunyai niat melindungi negerinya. Membuat saya tidak ragu untuk memilih IPB karena saya menemukan perguruan tinggi yang bisa mengarahkan misi saya dalam mengembangkan produk Indonesia, terutama peternakan kambing, dilingkungan yang mendukung.
Indonesia mempunyai banyak sumber daya manusia yang berkualitas, namun sayang lapangan kerja yang begitu sempit, membuat para anak bangsa merantau ke negeri orang. Dengan belajar berwirausaha di IPB, saya ingin membuka lapangan kerja di Indonesia. Menaikkan kesejahteraan penduduk desa yang tidak terjangkau pemerintah pusat kota dengan memanfaatkan dan menghidupi lahan mati di desa-desa.
Dengan penuh harapan untuk memajukan diri sendiri, orang lain dan Indonesia. Saya merasa Institut Pertanian Bogor adalah tempat yang bisa dipercaya untuk membimbing setiap siswanya dalam mencapai tujuannya.
