Setelah Guru dan Dosen Kini Giliran Pustakawan Disertifikasi
Setelah guru dan dosen, kini giliran pustakawan yang harus disertifikasi. Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono dalam sambutan pembukaan acara Seminar Nasional Perpustakaan yang bertajuk “ Kompetensi dan Sertifikasi Pustakawan dalam Menghadapi Tantangan Global” di IPB International Convention Center,(14/9).
Lebih lanjut Prof Yonny menyampaikan banyak masyarakat melihat perpustakaan saat ini masih dianggap sebagai suatu unit tambahan, padahal dilihat dari fungsinya, perpustakaan bisa menjadi center of learning. Persepsi tersebut terbentuk tidak lain berawal dari sumberdaya manusia atau pustakawan yang kurang kompeten. Untuk itu pemberlakuan sertifikasi bagi pustakawan sangat penting untuk dilakukan, tandasnya.
Namun demikian pemberlakuan sertifikasi bagi pustakawan tentu akan berimbas pada membengkaknya anggaran pemerintah, karena dengan adanya sertifikasi tentunya akan ada reward atau insentif yang harus diberikan untuk seorang professional. Namun hal tersebut merupakan konsekuensi-konsekuensi yang harus dilakukan.
“Semoga dengan pemberlakuan Undang-undang No. 43 tentang sertifikasi pustakawan dapat mengubah persepsi perpustakaan tidak hanya sebagai unit tambahan melainkan juga sebagai The heart of University atau Center of learning, “ tandasnya.
Selain itu terkait profesi pustakawan untuk menghadapi tantangan global Prof. Yonny menyampaikan seorang pustakawan saat ini harus dapat menguasai teknologi informasi (TI). “Tanpa kemampuan TI maka akan tertinggal , “ imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama , staf Pendidik dari Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pajajaran, Dr. Ninis Agustini Damayanti menambahkan bahwa seorang pustakawan saat ini harus memiliki sense of marketing dan entrepreneurship, supaya dapat menjelaskan kepada pengguna tentang sumber-sumber informasi yang dibutuhkan.
Narasumber lainnya adalah Sanromo, A.Pi, M.Ed (Badan Nasional Sertifikasi Profesi/BNSP), Prof. Aida Vitayala Hubeis (pakar komunikasi IPB), Titik Kismiyati, M.Hum (Perpustakaan Nasional RI), dan Blasius Sudarsono, MLS (PDII-LIPI).
Acara ini diikuti pustakawan dari berbagai perguruan tinggi, pendidikan dasar dan menengah atas dari berbagai daerah di Indonesia.
