Eropa dan AS Krisis, Ekonomi Indonesia Berpeluang
Sekretaris Komite Ekonomi Nasional, Aviliani menyampaikan 3-4 tahun ke depan keadaan ekonomi Amerika Serikat dan Eropa mengalami penurunan demand (permintaan) barang dan jasa. Hal ini terjadi karena 70 persen penduduknya berusia lebih dari 50 tahun, produktivitas menurun yang berdampak pada penurunan pendapatan pajak dan konsumsi. Demikian pula yang terjadi di Jepang. “China, India dan Indonesia saat ini menjadi sasaran utama permintaan (demand) dunia (pasar). Selain karena pertumbuhan ekonominya baik juga karena jumlah penduduk yang produktifnya tinggi,” ujar Aviliani dalam acara Stadium General Pra Wisuda yang diselenggarakan Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni, Institut Pertanian Bogor (DPKHA-IPB), Senin (19/9) di Bogor.
Dunia kerja perbankan Indonesia sangat prospektif. Dari 124 bank, seluruhnya sedang mengembangkan cabang di Indonesia. Perkembangan usaha bank mengikuti kegiatan bisnis. Kondisi perbankan tumbuh lebih dari 20 persen. Sayangnya, kata Aviliani, sektor perdagangan dan jasa yang mendapatkan pembiayaan yang besar. Sementara, investasi pada sektor pertanian masih kecil. “Masih kurang dari 5 persen. Padahal dunia kerja pertanian Indonesia sangat prospektif dan menyerap tenaga kerja tinggi. Saya berharap lulusan IPB menjadi analisis pertanian di perbankan dan pengusaha di sektor pertanian, sehingga membantu peningkatan pembiayaan di sektor tersebut ,” kata Aviliani. Lanjut Aviliani, jangan terfokus pada pasar pangan luar negeri dan melupakan dalam negeri. Justru peluang dalam negeri sangat besar, apa pun usaha yang kita kembangkan akan terserap. Terlebih jumlah penduduk Indonesia yang berekonomi menengah sedang meningkat, ini menjadi peluang tersendiri.
Sementara itu, Direktur DPKHA IPB Dr.Ir.Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc, F.Trop mengingatkan calon lulusan IPB bahwa pilihan karir menjadi karyawan atau wirausaha, semua tergantung visi kita. “Mulai sekaranng rancanglah pilihan hidup kita sebaik-baiknya. Baru kemudian melangkah merintis usaha atau melamar kerja sesuai visi tersebut,” ujar Dr.Dodik. Menurut Dr.Dodik Stadium General ini dalam rangka untuk mempercepat masa tunggu kerja lulusan IPB.
Rektor IPB, Prof. Herry Suhardiyanto berpesan pada calon wisudawan bahwa jangan sampai lulusan IPB menambah jumlah penganggur terdidik. “Saya berharap mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Persiapan akademik sudah bagus namun belum tentu persiapan softskill. Saya berharap saudara-saudara sekalian terus menerus menggali potensi diri. Yakinlah pada setiap diri saudara terdapat kelebihan, bahkan kadang pada kelemahan itulah terletak kelebihan tersebut. Pun sebaliknya, pada kelebihan tersebut terdapat juga kelemahan sehingga membuat kita tidak tinggi hati,”saran Rektor.
Acara yang dimoderatori Kepala Bidang Pengembangan Karir Mahasiswa, Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni (DPKHA) Ir. Iin Solihin, MSi ini juga menampilkan pembicara Suwartini, Risk Compliance and Human Resources Director PT.Bank Mega.Tbk. (ris)
