Dialog RRI: RRI Memiliki Peran Penting Membangun Pertanian
Radio Republik Indonesia (RRI) mempunyai peran penting dalam membangun pertanian Indonesia. Demikian disampaikan Staf Pengajar Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB Dr.Ir.Amirudin Saleh dalam acara Dialog RRI yang mengangkat tema ‘Peran Radio dalam Membangun Pertanian (dalam rangka Hari Radio 11 September), Selasa (13/9) di Bogor. “Di usianya yang ke-66, RRI diharapkan berkontribusi lebih optimal untuk melakukan upaya advokasi terhadap kepentingan rakyat, daripada menjadi corong pemerintah,” ujar Dr. Amirudin. Corong pemerintah yang dimaksud di sini adalah RRI jangan terjebak hanya melaksanakan program-program siaran radio yang sifatnya top down dari pemerintah seperti di masa Orde Baru.
Dengan adanya otonomi daerah dan terbatasnya jumlah penyuluh pertanian, masyarakat membutuhkan rujukan dan fasilitator untuk menyelesaikan berbagai persoalan pertanian yang mereka hadapi. “Radio mempunyai peran penting dalam melakukan penyadaran, memberikan informasi dan kontrol sosial. Di sinilah RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) memegang perang sangat penting sebagai fasilitator, mediator dan sumber informasi terpercaya. Sebagai media nasional yang memiliki jaringan dan akses luas RRI diharapkan dapat membantu mencarikan solusi permasalahan masyarakat,” papar Dr.Amirudin.
Bukan menjadi media industri komersiil seperti media umumnya yang hanya menyiarkan informasi yang membawa keuntungan semata. Di media komersiil informasi seperti budidaya belut, cara memberantas hama penyakit tanaman dan sebagainya dianggap kurang menarik. Padahal informasi ini sangat dibutuhkan para petani. “Selama ini RRI sudah berbenah menuju LPP professional dengan menampilkan program-program interaktif yang mendekatkan antara narasumber dengan pendengar. Ke depannya program-program interaktif yang kreatif perlu terus ditingkatkan,” jelas Dr.Amirudin. (ris)
