Asosiasi Ilmu Tanaman Asia Bertemu di IPB
Asian Asosiasi Ilmu Tanaman (ACSA) yang merupakan perhimpunan ilmuwan Tanaman dan masyarakat dari negara-negara Asia ini secara teratur menyelenggarakan konferensi dan pertemuan ilmiah. Konferensi ini untuk pertama kalinya digelar di IPB setelah sebelumnya diselenggarakan di Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Filipina, Brisbane Australia, Bangkok Thailand,(28/9).
Chairman acara, Prof. Suharsono menyampaikan konferensi ini merupakan acara rutin yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali. Saat ini konferensi dihadiri lebih dari 200 peserta yang tidak hanya berasal dari Negara-negara asia melainkan juga berasal dari USA dan Timur Tengah.
Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Haryono dalam sambutannya menyampaikan pertanian masa depan tidak hanya memproduksi bahan pangan dan energi yang cukup saja, melainkan juga harus dapat memberikan konsep pertanian yang ramah lingkungan juga dapat memberikan produktivitas pangan yang berkelanjutan.
Dr. Haryono menambahkan populasi penduduk juga merupakan ancaman yang serius terhadap lingkungan terkait kondisi kehidupan yang tidak sehat, penipisan sumberdaya alam, lingkungan yang tidak sehat dan kemiskinan.
Ancaman lain adalah efek dari pemanasan global. Indonesia telah menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca hampir 85 % per tahunnya sementara dari pembalakan hutan dan konversi lahan, diperkirakan 2 juta hektar per tahunnya. Hal ini dapat berimbas langsung pada masyarakat miskin yang tinggal didaerah rawan bencana. Dr. Haryono berharap konferensi ini dapat memberikan rekomendasi untuk menjawab permasalahan permasalahan tersebut.
Sementara itu Rektor IPB, Prof. Herry Suhardiyanto menyampaikan dukungannya atas diselenggarakannya Konferensi ACSA melalui acara ini kerjasama antar scientist sangat penting dilakukan untuk saling bertukar informasi dan teknologi terkait kemajuan terkini dalam ilmu tanaman termasuk teknologi konvensional dan modern tanaman dan untuk menciptakan peluang baru dan mengembangkan mendirikan industry. (dh)
