Kepala BPN di IPB
Ekonomi dan lingkungan bagaikan dua sisi mata uang yang sama, semakin maju perekonomian maka akan menimbulkan banyak mengalami kerusakan lingkungan, demikian dikatakan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, Joyo Winoto dalam kuliah umum yang bertajuk “Green Economy Menuju Pembangunan Berkelanjutan” di acara Penutupan Dies Natalis Fakultas Ekonomi Manajemen di Kampus IPB Darmaga,(7/6).
Menurutnya konsep Green Economy berawal dari Green New Deal yaitu komitmen bangsa di dunia untuk mentransformasi ekonomi dan lingkungan.
Ia menilai konsep Green New Deal muncul akibat dari proses perekonomian yang berdampak pada kerusakan lingkungan.
Diawal kuliah umum Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, Joyo Winoto melontarkan pertanyaan kepada mahasiswa, “ Setujukah kita terhadap green economy? Sudah pahamkah kita terhadap persoalan isu lingkungan? atau hanya menjadi pengikut dari mazhab-mazhab yang sudah ada?” tuturnya.
Selain itu Joyo Winoto juga menjelaskan 4 kelompok pandangan dari ahli ekonomi dunia yaitu Liberal market, Institusional, Bioenvironmentalis dan Social Green masing masing mempunyai pikiran-pikiran yang lebih maju, tinggal dimanakah kita akan menempatkan diri, tandasnya.
Sementara itu Joyo Winoto sendiri memandang bahwa ekonomi suatu Negara adalah politik suatu Negara untuk membangun rakyatnya dan mensejahterakan rakyatnya.
Dalam acara penutupan ini sekaligus diuncurkan dua buah buku yang berisi kumpulan hasil riset dosen dosen Fakultas Ekonomi Manajemen IPB yang berjudul Orange Book 3 dan buku yang berjudul “Dari Pertanian ke Industri, Analisis Pembangunan dalam Perspektif Ekonomi Regional”yang ditulis olehDr.D.S. Priyarsono.Acara ditutup oleh Rektor IPB, Herry Suhardiyanto, MSc.
