Dialog RRI: Pupuk Organik Kurangi Penggunaan Pupuk Anorganik 30 Persen
Penggunaan pupuk organik ternyata dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik atau sintetis hingga sebesar 30 persen. “Petani dapat memanfaatkan jerami sisa panen padi untuk bahan baku pupuk organik. Petani cukup membenamkan jerami dan memberi decomposer supaya segera terurai. Cara sederhana ini dapat mengurangi penggunaan pupuk sintetis hingga 30 persen dibanding jerami dibakar saja,” ungkap Peneliti dan Staf Pengajar Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (Faperta-IPB) Ir.Purwono, M.S dalam acara Dialog Sore RRI, Selasa (1/3) di Bogor.
Decomposer yakni merupakan formula alami yang mengandung bakteri pengurai. Petani pun cukup sekali menggunakan decomposer dalam beberapa kali masa tanam. Program penggunaan pupuk anorganik ini, menurut Purwono merupakan langkah seiring dengan pengurangan subsidi pupuk dari pemerintah sejak tahun 2010.
Penggunaan pupuk organik juga dapat menyehatkan dan menyuburkan tanah sekaligus. Berbeda dengan pupuk sintetis yang hanya menyuburkan tanah saja. Pupuk sintetis seringkali malah menurunkan keasaman tanah, membuat tanah jenuh air, dan membunuh mikroorganisme yang menguntungkan tanaman. “Penggunaan pupuk anorganik akan merusak lingkungan dan bisa menyebabkan produktivitas tanaman menjadi rendah,”papar Purwono. Keberhasilan penggunaan pupuk organik dan hayati untuk tujuan mengurangi penggunaan pupuk sintetis telah diuji di persawahan Karawang, Cianjur dan Indramayu di bawah binaan IPB.
Ditanya peluang keberhasilan program nasional penggunaan pupuk organik dan hayati seperti kesuksesan penggunaan anorganik saat Program Bimas tempo dulu, Purwono mengatakan semua itu tergantung dari sosialisasi dan kelembagaan. “Tidak cukup hanya penyediaan dana atau insentif yang memadai dari pemerintah. Yang tak kalah penting adalah kelembagaan dan sosialisasi ke masyarakat khususnya pemerintah daerah. Salah satu kendala yang kita hadapi dalam melaksanakan program ini adalah kebijakan pemerintah daerah terkadang malah menghambat di lapang,” lanjut Purwono. Di samping itu, Purwono mengakui banyak pihak yang berkepentingan dalam upaya pengurangan penggunaan pupuk sintetis ini.(ris)
