Pendaftaran Online SPs IPB
Mulai tanggal 19 Januari 2011, pendaftaran calon mahasiswa baru Sekolah Pascasarjana (SPs) IPB tahun ajaran 2011/2012 hanya dilakukan dengan sistem online. Hal ini dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat para calon mahasiswa di seluruh Indonesia melakukan pendaftaran.
“Dengan sistem ini kami berharap akan lebih banyak lagi mahasiswa yang mendaftar masuk, sehingga memberi kesempatan lebih luas pada kami untuk memilih calon mahasiswa, agar mendapat mahasiswa yang berkualitas. Dengan demikian SPs IPB telah menjaga mutu mahasiswa sejak pendaftaran masuk, ” ujar Dekan SPs IPB, Prof.Dr. Khairil Anwar Notodiputro pada Konferensi Pers menjelang Launching Pendaftaran Online yang akan digelar Rabu (19/1) di Ruang Sidang Senat Gedung Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga Bogor.
Prof. Khairil yang didampingi Sekretaris Bidang Pengembangan dan Kerjasama SPs IPB Prof.Dr. Muladno, menyampaikan tahapan dan syarat yang harus dipenuhi bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar secara online. Pertama, pendaftar mengakses website Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Sekolah Pascasarjana pada alamat http://pmbpasca.ipb.ac.id . Klik [Menu Daftar Online] dan isi kolom yang telah disediakan.
Setelah selesai mengisi kolom, pendaftar akan mendapatkan 8 karakter angka sebagai nomor pendaftaran. Nomor pendaftaran tersebut akan menjadi billkey atau nomor untuk transaksi pada saat pembayaran biaya pendaftaran yang dilakukan di Bank BNI. Dengan menggunakan nomor pendaftaran, lakukan pembayaran sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) di Bank BNI melalui Teller atau ATM atau E-Banking. Setelah melakukan pembayaran, pendaftar akan mendapatkan PIN dengan 12 karakter angka. Dengan PIN ini pendaftar bisa melanjutkan proses pendaftaran.
Double Degree.
Bagi IPB, SPs memiliki sejarah penting karena merupakan SPs pertama di Indonesia sejak berdiri pada tahun 1975. Kini SPs IPB semakin berkembang dengan 77 program magister dan 44 program doktor, dengan jumlah mahasiswa 4 ribu orang, masing-masing 2.500 mahasiswa program magister, dan 1.500 mahasiswa program doktor.
Sejumlah terobosan pun dilakukan SPs IPB, diantaranya dengan membuka program Double Degree, dimana pada waktu yang bersamaan mahasiswa mendaftar ke IPB juga mendaftar ke perguruan tinggi di luar negeri. Program ini memungkinkan mahasiswa meraih dua gelar dari dua perguruan tinggi tersebut.
Program Double Degree ini diantaranya telah dilakukan dengan negara Perancis yang sudah berjalan dua tahun. Tahun ini SPs IPB berencana membuka program Double Degree bekerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) RI dan negara Jepang.
Upaya ini, diakui Prof. Khairil, memberikan dampak positif bagi mahasiswa. “Membuka wawasan mahasiswa pada dunia internasional, menjadi nilai tambah dan meningkatkan daya saing,” imbuh Prof. Khairil.
SPs IPB secara terus menerus juga meningkatkan peran dan fungsinya dengan mengembangkan LRAISEA yaitu Leadership, Relevan, Academic Atmosphere, Internal Management, Sustainability, Efficiency dan Accountability.
LRAISEA berbuah positif, diantaranya menghasilkan rata-rata lamanya waktu kelulusan mahasiswa pada tahun 2010 ini semakin berkurang, yakni 2 tahun 4 bulan bagi program magister, dan 3 tahun 8 bulan untuk program doktor. Padahal pada tahun 2006, rata-rata waktu kelulusan adalah 3 tahun 2 bulan untuk program magister, dan 5 tahun 6 bulan program doktor.
“Mulai tanggal 31 Juli 2011, program magister tidak boleh melampaui 4 tahun. Sementara program doktor tidak boleh melampaui 5 tahun mulai tanggal 31 Januari 2012. Ketika tetap melampaui dari batas yang ditentukan, otomatis DO (drop out),” tegas Prof. Khairil. (nm)
