Mangrove Menahan Terjangan Tsunami

Mangrove Menahan Terjangan Tsunami

Berita

Hutan mangrove dengan ketebalan 200 meter, kerapatan 30 pohon  per 100 meter persegi dengan diameter 15 centimeter dapat menahan 50 persen energi gelombang tsunami. Hal ini diungkap Direktur Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Dr . Ir. Harry Santoso dalam  Seminar  Penanaman Nasional 3.000 Pohon bertajuk ‘Penyelamatan Ekosistem Mangrove dalam Mewujudkan Kelestarian Hutan’, Sabtu (22/1) di Kampus IPB Darmaga.

Seminar ini diselenggarakan Tree Grower Community, Institut Pertanian Bogor (TGC IPB). Hutan mangrove  mempunyai peran yang amat penting bagi kelestarian alam diantaranya: keseimbangan wilayah pesisir dan laut, sumber nutrisi dan habitat biota laut, pengurai  polutan,  buffer wilayah pesisir dari berbagai bencana, dan penghasil kayu serta bahan-bahan lain.

“Dari 7,7 juta hektar hutan mangrove, sebanyak 3,2 juta hektar rusak, 2, 4 juta hektar dalam  kondisi baik dan 2,7 juta hektar dalam kondisi sedang.  Kerusakan ini diakibatkan  faktor eksternal maupun internal. Faktor ekskternal yakni konversi lahan untuk tambak dan pemukiman,” papar Dr.Harry Santoso. Hadir pula sebagai pembicara dalam seminar tersebut:  Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Mangrove, Ahmad Faisal Siregar, Direktur Pesisir dan Lautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr.Soebandono Diposaptono, Wetland International-Indonesian Program,  I Nyoman Suryadiputra, dan Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional Dr. Ir. Rr. Endah Murniningtyas, M.Sc . (ris)