Teknologi Harus Didiseminasikan ke Petani
Dr.Ir.Sugiyanta dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan hasil penelitian peneliti IPB perlu disosialisasikan dan disebarkan kepada masyarakat khususnya petani. “Harapannya teknologi yang dihasilkan IPB dapat meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup petani,” ujar Dr.Sugianta dalam acara Hari Temu Lapangan Petani (Farmer Field Day), Jumat (1/10) di di Laboratorium Lapangan, Departemen Agronomi dan Hortikultura dan Teknik Pertanian Leuwikopo Darmaga.
Berkaitan dengan upaya desiminasi tersebut, empat departemen di IPB yakni Agronomi Hortikultura, Teknik Pertanian, Manajemen, dan Ilmu Produksi dan Teknologi Ternak menyelenggarakan rangkaian kegiatan Farmer Field Day tersebut yang bertajuk ‘Gelar Teknologi Produksi Ramah Lingkungan dan Produk Unggulan untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa’, pada tanggal 1-3 Oktober .
Hari temu lapang petani, baru pertama dilakukan IPB, namun di Departemen Agronomi Hortikultura sudah dilakukan. “Tujuan kegiatan ini mendesiminasi teknologi dari IPB kepada masyarakat dan juga memberikan kesadaran kepada petani pentingnya teknologi ramah lingkungan demi pembangunan pertanian berkelanjutan. Berbagai kegiatan digelar diantaranya: gelar teknologi, pameran teknologi dari 40 lembaga, demo produk, lomba karya ilmiah untuk siswa SMA festival produk pertanian, temu petani (sarasehan), semiloka interaktif teknologi ramah lingkungan untuk meningkatkan peran daya saing pertanian, lomba produk pertanian, kesenian dan promosi,” papar Dr.Sugyianta yang sekaligus ketua panitia. Kegiatan semiloka interaktif akan dihadiri Menteri Pertanian, Suswono. Di field day, IPB juga mengundang produk unggulan pertanian dari 14 desa lingkar kampus yang dibina IPB. Produk tersebut diantaranya meliputi obat herbal dari tanaman obat keluarga, sirup dan manisan pala, kerupuk singkong, tepung ubi jalar, nasi lemeng (nasi dalam bambu), telur asin, dodol, dan sebagainya. Kegiatan ini juga dihadiri petani dari Jawa dan Sumatera.
Lanjut Dr.Sugianta, petani kita saat ini belum menerapkan teknologi ramah. Misalnya, petani memakai pupuk dan pestisida berlebihan. Dengan kegiatan tersebut diharapkan petani memilih pertanian yang mengarah lebih sehat. Pada hari Minggu nanti, IPB akan me-release 14 varietas unggulan hasil karya peneliti IPB, dan melakukan soft launching Farmer Market yang menjual sayur-sayuran serta buah-buahan dari University Farm IPB. Kegiatan Farmer Field Day merupakan bagian dari program kerja Program Hibah Kompetisi berbasis Institusi.
Ketua PHKI IPB, Prof.Dr.Ir.Slamet Susanto mengatakan program PHKI yang dilaksanakan tahun 2008-2010 baru tercapai 75 persen. “Yang menjadi kendala pelaksanaan program ini ialah minat pelamar bidang pertanian dan publikasi ilmiah internasional yang belum optimal,” ujar Prof.Slamet. Saat ini, Program PHKI sedang melaksanakan upaya standarisasi internasional.
Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.Herry Suhardiyanto, M.Sc secara khusus mengungkapkan kegembiraannya atas terselenggaranya Farmer Field Day. Apalagi kegiatan ini melibatkan sekitar 20 institusi di IPB. Diharapkan ke depannya kebersamaan IPB kian kuat. “Kita punya tantangan berat mengenai citra pertanian. Mari kita citrakan positif pertanian, melalui Field Day seperti ini kita bisa bertemu dengan petani sehingga kita bisa berinteraksi, mensosialisasikan karya, produk dan teknologi yang kita miliki kepada mereka,” himbau Rektor. Usai membuka acara, Rektor dan para pejabat di lingkungan IPB mengunjungi stand produk-produk dan teknologi pertanian. (ris)
