Tata Ruang: Manfaatkan, Kendalikan dan Batasi
Dialog Sore RRI
Indonesia adalah wilayah yang rawan bencana. Duka wasior Mentawai, Merapi dan banjir Jakarta, masih membayang. Beberapa penyebabnya diantaranya karena ulah manusia itu sendiri, seperti halnya kejadian banjir atau longsor. Banjir dan longsor pada dasarnya bisa diantisipasi oleh manusia itu sendiri yaitu dengan menghargai alam, sehingga alam lebih bersahabat dengan manusia.
Sebagaimana diulas dalam Dialog RRI (2/11) bersama narasumber yang juga pakar Tata Ruang dari Departemen Tanah, Fakultas Pertanian IPB, Dr. Suria Darma Tarigan, M.Sc. Bahasan yang diperbincangkan adalah “Tata Ruang Kota dan Banjir.
Dr. Suria menjelaskan, sebenarnya antisipasi banjir bisa dilakukan oleh manusia dengan berbagai cara, salah satunya yaitu dengan pemanfaatan tata ruang kota yang baik, kemudian pengendalian tata ruang tersebut (penempatan tata ruang sesuai dengan fungsinya), dan terakhir adalah pembatasan.
“Seharusnya pemanfaatan ruang sudah konsisten dan tidak menabrak-nabrak, jika tidak, di dalam PP 26 Tahun 2008 Tentang Tata Ruang Nasional, ada sangsinya,” ujarnya.
Terkait banjir yang sering melanda ibukota Jakarta, Dr. Suria memberikan beberapa solusi alternatif, diantaranya adalah dengan meningkatkan kapasitas sungai yaitu dengan membangun bendungan di pinggir sungai dengan hidrolika struktur atau under ground reservoir.
Menurutnya, dengan seperti ini, aliran sungai yang datang berbarengan dari hulu yang menuju laut di Jakarta bisa diatur sedemikian rupa, sehingga waktu kedatangannya tidak bersamaan.
“Banjir di Jakarta terjadi karena waktu kedatangan aliran air dari sungai-sungai yang ada di hulu datang secara bersamaan,” ujarnya.
Dikatakannya, di Jabodetabek, secara teknologi, untuk membangun underground ini bisa dilakukan meskipun dengan biaya yang sangat mahal. Namun, menurutnya hal ini juga harus dibandingkan dengan kerugian yang ditimbulkan akibat banjir yang datang setiap musim itu.
“Sebenarnya ada ide lain agar manusia lebih menghargai alam yaitu dengan adanya pajak penarikan air tanah, dengan demikian orang bisa lebih menghargai air dan bisa hemat dalam menggunakan air tanah,” ujarnya. (man)
