PSW IPB SIAP BERDIRI SENDIRI
Program Studi Wanita (PSW) IPB dinilai sudah cukup panjang untuk keluar dari sapihan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Perdesaan (PSP3) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB. Penilaian ini disampaikan Kepala LPPM IPB Prof.Dr. Bambang Pramudya pada acara Diskusi Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) PSW IPB, Jumat (22/10) di Kampus IPB Baranangsiang Bogor.
“Mestinya PSW IPB sudah mampu berdiri sendiri. Tonjolkan karakter yang menjadi ciri khas PSW. Yakinlah, peran dan program yang menyangkut perempuan lebih efektif dengan lembaga formal,” ujar Prof. Bambang.
Ketua PSW PSP3 LPPM IPB, Dr.Ir. Titik Sumarti, MS, saat dimintai tanggapannya berujar, PSW senantiasa siap untuk mandiri. “Kalau sudah saatnya, pasti kita menjadi pusat tersendiri. Sekarang ini kita masih mengikuti proses. Karena itu, melalui program revitalisasi PSW melalui kerjasama DIKTI dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) merupakan moment yang penting sekaligus strategis untuk mengembangkan PSW IPB ke depan. Meski demikian kami tetap membutuhkan dukungan dari pimpinan tertinggi IPB,” papar Dr. Titik.
Sementara itu, pada sesi diskusi yang dipandu Wakil Kepala PSP3 IPB, Dr. Siti Amanah, hadir narasumber dari KPPPA, yakni Deputi Pengarusutamaan Gender Ir. Agustina Erni, M.Sc yang menyampaikan makalah “Rencana Pembangunan Jangka Menengah Panjang (RPJMP) dan Arah Kebijakan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak”. Hadir juga Direktur Magna Transforma Consulting Group, Fahmi Samsul Huda, dengan judul makalah “Penyusunan Rencana Strategis PSW dan Implementasinya dengan Menggunakan Framework BSC”. Narasumber lainnya adalah Dr. Sulistiono, Sekretaris LPPM IPB yang berbicara “Arah Kebijakan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat”. Tampak hadir dalam kesempatan ini diantaranya Prof.Dr. Rizal Syarif, Prof.Dr. Ali Komsan, Prof.Dr. Aida Vitayala, Dr. Ikeu Tanziha Mukita, dan sejumlah pemerhati perempuan lainnya. (nm)
