IPB Berangkatkan 754 Mahasiswa Pemeriksa Hewan Kurban
Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB memberangkatkan 754 mahasiswa pemeriksa hewan kurban ke 10 wilayah di Jabotabek. Diantaranya adalah 6 wilayah untuk DKI Jakarta (Pusat, Utara, Selatan, Barat, Timur, dan Kepulauan Seribu), Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok dan Kota Tangerang Selatan.
Mereka diberangkatkan secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof. Dr.Ir. Yonny Koesmaryono, MS., pada Pelepasan Petugas Pemeriksa Hewan dan Daging Kurban, di Kampus IPB Dramaga, Bogor (15/11).
“Kami melibatkan mahasiswa FKH IPB, mulai dari semester 3,koordinator asisten (Koas), dan peserta Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH). Hukumnya wajib, dan mereka tidak ada kaitannya dengan apakah yang bersangkutan Islam atau non Islam, ini adalah profesi,”ujar Koordinator Pemeriksa Hewan dan Daging Kurban, 1431 H FKH IPB, Drh. Trioso Purnawarman, M.Si.
Menurutnya, mahasiswa pemantau hewan kurban ini sudah dibekali dengan berbagai pengetahuan baik teori maupun praktek, diantaranya adalah tentang perbandingan organ tubuh dari ruminansia, (domba, kambing dan kerbau), pemeriksaan kesehatan sebelum disembelih, penyakit yang ada pada hewan potong, pemeriksaan kesehatan daging dan jeroan setelah disembelih, penanganan daging setelah pemotongan hingga pendistribusian.
“Kami akan memberikan pelayanan maksimal terhadap wilayah Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang Selatan dan Kepulauan Seribu. Kita akan memberangkatkan mahasiswa H-1 untuk wilayah tersebut. Hal ini dimaksudkan agar para mahasiswa bisa memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan sebelum disembelih,” ujarnya.
Kebutuhan Dokter Hewan Meningkat
Dekan FKH IPB, Prof.Dr.Ir. I Wayan Teguh Wibawan mengakui, beberapa tahun ini kebutuhan terhadap dokter hewan mengalami peningkatan terutama di wilayah Jawa Barat.
“Gubernur Jawa Barat meminta untuk meningkatkan pelayanan dan mendistribusikan dokter hewan ini tidak hanya di wilayah Jabodetabek,” ujarnya.
Dikatakannya, saat ini Indonesia membutuhkan sekitar 2000 dokter hewan setiap tahunnya di berbagai wilayahnya, namun permintaan ini belum bisa diwujudkan karena dari lima perguruan tinggi di Indonesia termasuk IPB hanya bisa menghasilkan 400 lulusan tiap tahunnya.
“Jumlah dokter hewan sangat kurang dibanding dengan kebutuhan, karena lulusannya sebagian sudah diserap oleh bidang industri,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dekan Mengatakan beberapa perguruan tinggi diantarannya Universitas Cenderawasih dan Universitas Hasanuddin akan mendirikan Fakultas Kedokteran Hewan. (man)
