Warga Antusias Hadiri Jumling Desa Cihideung Udik

Warga Antusias Hadiri Jumling Desa Cihideung Udik

Berita



Warga Desa
Cihideung Udik tampak  antusias mengikuti
Jum’at Keliling (Jumling), Jum’at (9/7). Masing-masing Rukun Warga (RW)
mengirimkan perwakilannya dan menyampaikan kendala usaha pertaniannya selama
ini.  Kepala Desa Cihideung Udik, Juhdi
Saepudin mengungkapkan apresiasinya terhadap IPB yang telah membantu warganya
mengelola potensi desa. “Desa kami kini telah dikembangkan pertanian organik
yang mempunyai harga jual cukup tinggi. Semoga kehadiran IPB kali ini kembali
memberikan manfaat yang lebih besar,” kata Juhdi.

Wakil Ketua Bidang
Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM),
Dr.Prastowo menyampaikan kegiatan Jum’at Keliling (Jumling)sebagai wahana
silaturahmi 14 desa lingkar kampus IPB Darmaga. “Saat ini hampir 90 persen
pusat kegiatan akademis berada di IPB Darmaga dan tentu saja ini akan
mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat desa lingkar kampus. Jumling
salah satu bentuk aktivitas pengabdian IPB kepada masyarakat,” kata
Dr.Prastowo.  Di beberapa tempat, IPB
telah melakukan upaya pemberdayaan potensi masyarakat. Misalnya, sejak awal IPB
memberikan bantuan proses produksi Usaha Kecil Menengah (UKM) hingga akhir
produksi. Dalam pemberdayaan masyarakat, dilakukan komunikasi aktif dengan
masyarakat.

Pemberdayaan
potensi Desa Cihideung Udik meliputi bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan
seperti pengembangan Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA), pengelolaan sampah,
dan ternak domba. “Sekiranya dibutuhkan kita akan membantu rencana bisnis
dengan meningkatkan unit usaha melalui bantuan modal sehingga masyarakat bisa
terhindar dari bank keliling,” ujar Dr.Prastowo

Dalam kesempatan
itu, Rais Sonaji, M.Si dari Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) IPB
memperagakan alat press briket arang sekam. Selain memanfaatkan limbah ,
pengembangan briket arang sekam yang dicampur tepung dapat digunakan untuk
bahan bakar alternatif. Ditanya mengenai budidaya dan mengobati penyakit domba,
Ir.Sri Rahayu, M.Si dari Fakultas Peternakan IPB menjawab semua itu membutuhkan
survei ke lapang. “Kita tidak bisa mengira-ngira sebelum melihat langsung
kondisi lapang domba tersebut,” kata Ir.Sri. Sementara, menurut Ir.Yannefri
Bachtiar, M.Si dari Pusat Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) IPB,
IPB bekerjasama dengan perguruan tinggi lain telah mengembangkan lebih dari 7
ribu  POSDAYA. “Kita mencoba membantu
memberdayakan potensi keluarga sesuai minat dan kompetensinya.” (ris)