Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan – IPB Memenangkan Juara 1 dan 2 Kompetisi Teknologi Pangan Internasional

Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan – IPB Memenangkan Juara 1 dan 2 Kompetisi Teknologi Pangan Internasional

Berita

Dalam waktu yang bersamaan dengan proses evaluasi dan penetapan Program Studi Teknologi Pangan oleh HERB-IFT, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, IPB yang tergabung dalam Tim “Crantz” dan tim “Zuper T” berhasil memenangkan juara I dan II kompetisi teknologi pangan internasional pada acara "10th Institute of Food Technologists (IFT) Annual Meeting and Food Expo" yang berlangsung pada tanggal 17-20 Juli 2010 di McCormick Place, Chicago, Amerika Serikat. Tim Indonesia lainnya, mahasiswa fakultas Teknologi Pangan Universitas Brawijaya Malang yang tergabung dalam tim “Arrice” berhasil meraih Juara ke III. Malam resepsi pengumuman pemenang pada tanggal 19 Juli 2010 dihadiri oleh Konsul Penerangan, Sosial dan Budaya, Sylvia Shirley Malinton dan Konsul Muda, Redo Ferdiansyah mewakili Konsulat Jenderal RI Chicago yang turut mendukung keikutsertaan Indonesia dalam kompetisi ini.

 

Ketiga tim Indonesia yang semuanya mengenakan pakaian tradisional Indonesia dengan bangga menerima “award” ditengah perhatian dan gema tepukan tangan sekitar lebih dari 1000 orang hadirin  yang memenuhi ruangan Grand Ball Room, Hilton Hotel, Chicago.  Ketiga tim Indonesia ini berhasil meraih kejuaraan setelah lolos dalam seleksi babak final pada bulan Mei 2010 dengan menyisihkan 30 tim lainnya yang berasal dari Malaysia, Afrika Selatan dan Indonesia dalam kompetisi teknologi pangan internasional kategori negara berkembang.

 

Bertempat di gedung McCormick Place, pusat pameran terbesar dan terkemuka di Chicago dan Midwest AS, Juara I, Tim “Crantz” yang terdiri dari 4 mahasiswa IPB, yaitu Saffiera Karleen, Margaret Octavia, Stefanus, dan Agus Danang Wibowo, pada pagi hari tanggal 19 Juli 2010 mempresentasikan karya ilmiah hasil penemuan mereka mengenai makanan sarapan cereal “crantz” yang terbuat dari singkong, kedelai, dan pisang yang mengandung protein dan energi yang tinggi, sebagai upaya untuk mengatasi masalah kekurangan energi protein pada anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah NTT. Penemuan tersebut dituangkan dalam karya ilmiah mereka  berjudul "Healthy cassava flakes (crantz flakes) from the best local resources with high protein and energy for the bright future children in East Nusa Tenggara, Indonesia" .

 

Juara II, Tim “Zuper T” yang terdiri dari 5 mahasiswa IPB, yaitu Zulfahnur, Henni Septiana, Laras Aryandini, Helena Widyasitoresmi, dan Eri Suhesti mempresentasikan hasil penemuan mereka berupa puff cereal yang terbuat dari tempe, pisang, dan jagung sebagai makanan jajanan yang sehat dan terjangkau harganya. Melalui karya ilmiah berjudul "High protein triple mix puffed cereal based on tempe, corn, and banana to produce safe snack food for school-aged children in Indonesia", mereka memperkenalkan puff cereal sebagai jajanan sehat pengganti jajanan sekolah yang mengandung bahan-bahan pengawet dan pewarna berbahaya.  Dosen pembimbing Tim Crants dan Zuper T terdiri dari beberapa dosen IPB yaitu Dr. Dahrul Syah, Prof. Purwiyatno Hariyadi, dan Dr. Ratih Dewanti Hariyadi Dr. Feri Kusnandar, dan Dr. Eko Purnomo. 

 

Bagi Tim IPB, keikutsertaannya merupakan yang ke dua kali. Pada tahun 2009 tim IPB pernah memenangkan juara ke III pada “9th Institute of Food Technologists (IFT) Annual Meeting and Food Expo" yang berlangsung di Anaheim, California, dengan hasil penemuan mi jagung dengan fortivikasi zat besi untuk ibu hamil".

 

Menurut Konsul Penerangan, Sosial dan Budaya, Sylvia Shirley Malinton, Konsulat Jenderal RI Chicago sangat menghargai upaya ketiga tim mahasiswa Indonesia yang secara mandiri berusaha menggalang dana dukungan sponsor untuk keikutsertaannya dalam kompetisi pangan internasional dan berhasil membawa nama harum Indonesia di forum internasional ini. Keikutsertaan mereka didukung oleh Kementerian Pendidikan Nasional RI, IPB, serta beberapa perusahaan swasta industri pangan terkemuka di Indonesia.

 

Ketiga tim ini menyampaikan rasa bangganya dapat mewakili Indonesia dan tampil sebagai pemenang dalam kompetisi teknologi pangan internasional. Kemenangan ini sekaligus menunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa kemajuan iptek di Indonesia, khususnya ilmu dan teknologi pangan cukup pesat, tidak kalah dibanding dengan negara-negara maju. Harapan mereka semoga penemuan-penemuan yang merupakan hasil penelitian ilmiah dengan memanfaatkan sumber daya lokal ini dapat dimanfaatkan oleh Indonesia dalam upaya menghasilkan generasi penerus bangsa yang lebih sehat dan sejahtera.  

 

Pertemuan tahunan dan Pameran Pangan IFT ke 10 ini dihadiri oleh sekitar 24.000 peserta anggota dan non-anggota yang berasal dari 75 negara dan diikuti oleh lebih dari 1000 booth peserta pameran. Institute of Food Technologist (IFT) adalah organisasi non-profit internasional yang menangani perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pangan. Organisasi iptek pangan terbesar di dunia ini tercatat memiliki sekitar 22.000 anggota yang tersebar di seluruh dunia. Pertemuan tahunan ke-11 IFT menurut rencana akan diadakan pada bulan Juni 2011 di New Orleans, USA. (Sumber: Pensosbud/KJRI Chicago).