Kendalikan Serangan Wereng Coklat Dengan Agen Hayati
Dialog Sore :
Kepala Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Dr.Ir. Dadang, M.Sc menghimbau petani agar cermat dalam menggunakan pestisida. Selain itu, Dr. Dadang juga menyebutkan setiap hama mempunyai musuh alami sehingga tidak perlu berlebihan dalam menggunakan pestisida.
Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Dialog Sore di RRI Bogor (29/6) bertema “Pengendalian Hama Wereng Coklat”. “Petani harus mengerti betul pestisida yang akan digunakannya, lihat labelnya dengan cermat, betul tidak itu untuk padi. Jika salah pemakaian akan mempunyai efek yang tidak baik bagi ekosistem yang telah terbentuk. Musuh alami itu harus diberdayakan. Musuh alami banyak di lapangan. Contoh musuh alami wereng coklat adalah laba-laba dan kumbang,” ujarnya.
Dalam mengendalikan penyebaran hama wereng coklat, agen hayati (musuh alami wereng coklat) harus diciptakan. Harus dibentuk ekosistem yang baik untuk memudahkan laba-laba dan kumbang berkembang biak.
“Petani hendaknya berhati-hati. Jangan baru ada satu ekor wereng langsung disemprot pestisida. Rantai makanan dan jaring-jaring makanan akan jalan jika tidak menggunakan pestisida,” ujarnya
Menurutnya, hama tidak ujug-ujug meningkat, jadi petani tidak perlu takut. Yang tidak boleh dilupakan adalah monitoring. Selain itu, ciptakan lingkungan yang bagus, musuh alami akan banyak kalau makanannya banyak juga, sehingga tercipta keseimbangan.
Sementara itu, Dr. Dadang menyarankan penggunaan pestisida yang berganti-ganti. “Pestisida ganti-ganti itu bagus, jika hanya menggunakan satu jenis maka hama tersebut akan resisten. Yang perlu diperhatikan adalah kandungannya bukan merek dagangnya. Kalau kita sudah fanatik dengan satu merek maka hama akan kebal. Jika sudah demikian meningkatkan dosis adalah pilihan yang dilakukan petani, kondisi ini membuat hama tidak mati-mati malah musuh alaminya mati,” tegasnya.(zul)
