IPB Turut Ramaikan Pameran Peternakan Terbesar Indonesia

IPB Turut Ramaikan Pameran Peternakan Terbesar Indonesia

Berita



“Ajarkanlah kepada para mahasiswa yang akan
wirausaha, untuk memulai dari yang ada, bukan mulai dari yang tidak ada.
Ajarkan juga untuk senantiasa kreatif dan inovatif serta selalu membuka wawasan
dan membangun jejaring”.

Pesan ini disampaikan Wakil Menteri Pertanian RI Dr. Bayu Krisnamurti saat
menyampaikan keynote speech pada Seminar IPB dalam acara Indo Livestock ke-5 di
Jakarta Convention Centre (JCC), Kamis (8/7). Di hadapan para stakeholder bidang
peternakan ini, Dr Bayu mengusung tema “Upaya Terobosan dan Dukungan
Kementerian Pertanian dalam Membangun Terciptanya Wirausaha Mandiri
Peternakan”.

Terkait peternakan, Dr Bayu mengatakan peluang di bidang ini besar sekali,
hingga bisa dikatakan tidak pernah kurang.  Restoran franchise yang
menyediakan hamburger misalnya, dengan alasan bahan baku daging yang digunakan harus sama
kualitasnya antar franchise, maka import merupakan pilihan. Padahal jika ada
diantara kita yang bisa mengambil peluang untuk menyediakan daging sesuai
keinginan mereka, adalah peluang bisnis yang sangat bagus. “Kementerian
Pertanian akan dengan senang hati mendukung. Kuncinya adalah bagaimana
menciptakan nilai tambah dari setiap peluang yang ada,” imbuh Dr Bayu.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) yang juga mantan Menteri Negara BUMN RI,
Dr. Sugiharto menyebut sejumlah kiat untuk sukses wirausaha. Kiat tersebut
diantaranya harus fokus, terbuka untuk kerjasama baik dengan karyawan maupun
mitra, harus terlibat langsung, mengerti sistem manajemen yang sederhana, serta
memiliki kalkulasi risiko.

“Kalkulasi risiko di peternakan itu sangat mudah. Saat memulai beternak sapi
atau kambing, kita harus sudah tahu risiko yang akan terjadi, seperti terkena
penyakit dan sebagainya. Maka sejak awal pula kita harus sudah mengkalkulasikan
berapa bagian yang harus disiapkan untuk kesehatan ternak.  Ingat, hanya 2
dari 10 orang wirausaha yang masuk kategori berhasil, sisanya gagal. Karena
itu, tetaplah berusaha untuk menjadi yang berhasil,” tandas Dr Sugiharto.

Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) IPB Dr. Luki Abdullah mengurai perkembangan
pendidikan entrepreneur di fakultasnya.  Sebagai lembaga supplier
Sumberdaya Manusia (SDM), Fapet IPB telah menyediakan ragam program untuk
mahasiswa berlatih wirausaha, seperti Building Entrepreneur Student Program
(BEST), pelatihan Go Entrepreneur, internship di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
kewirausahaan, Agro Edutourism, dan unit usaha.

“Tahun pertama di IPB ada program multibudaya bagi mahasiswa baru, karenanya
secara alamiah atmosfir sudah terbentuk, sehingga program-program tersebut
mudah diikuti oleh mereka. Kini jika kita tanya mereka kelak setelah lulus akan
berbuat apa, 70 persen  menjawab akan berwirausaha,” papar Dr Luki.

Dalam seminar yang dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan
Kerjasama IPB Dr. Anas Miftah Fauzi ini, Dr Luki mengapresiasi Nasiruddin,
mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang yang hadir. Pemuda ini mengaku
kuliah sambil berjualan es dan beternak ayam yang jumlahnya seribu ekor.
“Pelaku peternakan di masa depan diharapkan tidak hanya menguasai teknologi,
tetapi juga memiliki entrepreneurship,” kata Dr Luki.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, M. Jafar Hafsah secara tegas mengharapkan sarjana
peternakan harus masuk wirausaha atau peternak menengah, bukan kecil. 
Pembicara lain Muhammad Taufik, M.Sc., staf ahli Menteri Negara Koperasi dan
Usaha Kecil dan Menengah RI menuturkan, sejak Bulan Desember 2009 Kementerian
Koperasi dan UKM telah mengembangkan Program Penumbuhan dan Pengembangan
Sarjana Wirausaha (Program PPSW) dengan tujuan mengurangi pengangguran
berpendidikan sarjana.

“Terciptanya wirausaha terdidik akan memperkuat perberdayaan Koperasi dan UKM
dalam mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran. Upaya besar ini, perlu
keterlibatan dan kepedulian seluruh pemangku kepentingan, termasuk insan
akademik dari kalangan perguruan tinggi dan generasi muda,” paparnya.

Kampanye gizi
Seminar IPB ini merupakan rangkaian Indo Livestock 2010 Expo&Forum, pameran
industri peternakan yang digelar tanggal 8-10 Juli dan dibuka oleh Menteri
Pertanian RI, Suswono. Moment ini juga dijadikan ajang kampanye peningkatan
gizi melalui protein hewani. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB
Prof.Dr.Yonny Koesmaryono turut serta mengkampanyekan dengan bersama menikmati
sebutir telur dan meminum susu. 

Pameran tahun ini diikuti oleh 350 peserta dari Indonesia dan sejumlah negara
sahabat. Tidak ketinggalan IPB ikut pula meramaikan pameran ini. Berada di hall
B, stand IPB cukup ramai dikunjungi. Para
pengunjung terlihat antuasias dengan produk-produk yang diusung Fapet, Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH). 
Mulai dari buku-buku bacaan, mesin pengolahan, jasa konsultasi, hingga icip-icip
penganan made in Fapet seperti susu, youghurt, ayam asap, nugget ayam dan madu.
Pada stand IPB, Menteri Pertanian
RI berhenti sejenak, seraya
melihat produk yang dipamerkan. (nm)