IPB Meraih Prestasi Terbaik Sebagai Peserta Pelatihan Active Learning di Wilayah PTN Indonesia Bagian Barat
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB (Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, MS.), sebagai Pelaksana Harian Rektor IPB, telah menerima penghargaan dari Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D) sebagai Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat yang terbaik dalam melaksanakan Pelatihan Active Learning yang telah diadakan di Medan (8 – 12 Februari 2010) dan di Batam (8 – 12 Maret 2010), serta implementasinya di perguruan tinggi masing-masing.
Penyerahan ini bersamaan dengan pelaksanaan Seminar Nasional Pembelajaran Aktif untuk Perguruan Tinggi atau Active Learning for Higher Education (ALFHE) yang diadakan di Auditorium Gedung D, Ditjen Dikti, Kementerian Pendidikan Nasional, pada tanggal 5 – 6 Juli 2010, dengan tema “Peningkatan Pembelajaran Aktif Untuk Perguruan Tinggi Sebagai Budaya Akademik”. Acara ini didukung oleh USAID melalui proyek DBE 2 bekerjasama dengan Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri – Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI) dan Badan Kerja Sama – Perguruan Tinggi Negeri Bagian Barat (BKS-PTN Barat).
Kegiatan ini merupakan suatu pertemuan ilmiah berupa seminar hasil penerapan pembelajaran aktif di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta – Kawasan Barat, Tengah, dan Timur, yang bertujuan untuk berbagi pengalaman dalam melaksanakan dan menyebarluaskan program ALFHE. Dengan adanya program ALFHE ini diharapkan akan berdampak positif bagi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, serta mendapatkan dukungan kuat dari mitra pemerintah atas keberlanjutan program. Program USAID (DBE-2) menitikberatkan pada peningkatan kualitas dalam pengajaran di tingkat perguruan tinggi, memperkuat kualitas dalam pengelolaan perguruan tinggi, serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa tidak mampu dalam mengenyam pendidikan di tingkat perguruan tinggi.
Hadir dalam acara ini, Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D), Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendiknas (Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc), Direktur Akademik, Ditjen Dikti, Kemendiknas (Dr. Ilah Sailah), Chief of Party DBE 2 (Dr. Michael Calvano), Deputy Director of USAID’s Education Office (Dr. Arturo Acosta), dan beberapa pejabat penting lainnya seperti Presiden KPTN-KTI, Ketua BKS-PTN Barat, dan para rektor beberapa perguruan tinggi yang terlibat dengan aktivitas DBE-2.
Dalam sambutannya Dirjen Dikti mengatakan, “proses pembelajaran merupakan jantungnya proses pendidikan, untuk ini harus senantiasa ditingkatkan kualitasnya dan adaptif terhadap perubahan pemangku kepentingan dalam berkehidupan bermasyarakat. Kehidupan di abad XXI menghendaki dilakukannya perubahan mendasar bagi pendidikan tinggi. Perubahan dari pandangan kehidupan masyarakat lokal ke masyarakat dunia (global), perubahan dari kohesi sosial menjadi partisipasi demokratis, dan perubahan dari pertumbuhan ekonomi ke perkembangan kemanusiaan”. Pada akhir sambutannya Dirjen Dikti mengucapkan terima kasih apabila tim pengembang KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) dan SCL (Student Centered Learning) yang ada saat ini dapat diperkaya dengan tim yang terlatih oleh USAID. “Dengan demikian penyebarluasan student active learning akan lebih cepat dan menghasilkan pembelajaran yang sangat menyenangkan di perguruan tinggi”, ujarnya. (Dit. PPA IPB (Sumber: Dikti))
