Departemen ARL selenggarakan Bogor Botanical Garden International Workshop 2010
Bogor Botanical Garden International Workshop 2010 merupakan kegiatan kolaborasi antara Institut Pertanian Bogor (Departemen Arsitektur Lanskap Fakultas Pertanian- ARL dan Pusat Pengkajian dan Perencanaan Pengembangan Wilayah – P4W LPPM IPB) dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT Kebun Raya Bogor – LIPI) sebagai tuan rumah, beserta Bogor 100, Modern Asian Architecture Network (mAAN), komunitas Kampoeng Bogor, dan didukung oleh Hotel Salak the Heritage. Organizing committee workshop ini diketuai oleh Dr. Ir. Nurhayati H.S. Arifin, MSc. (Dep. ARL IPB), anggota panitia dari Dep. ARL IPB, Bogor 100 dan Kampoeng Bogor, dengan course coordinator Setiadi Sopandi, MArch. (mAAN). Workshop yang bertema “The Importance of Bogor Botanical Garden for the City of Bogor” ini bertujuan untuk: (1) mendukung dan meningkatkan fungsi Kebun Raya Bogor/KRB sebagai institusi konservasi tumbuhan, bagian penting dari sistem ekologi kota dan pendukung aktivitas sosial ekonomi Kota Bogor, (2) meningkatkan kesadaran warga Kota Bogor akan pentingnya KRB untuk keberlangsungan Kota Bogor, serta (3) mendukung pelestarian KRB sebagai struktur penting dan bagian yang penting dari pembentukan Kota Bogor melalui penyediaan dan penataan fasilitas serta program yang sesuai.
Penyelenggaraan workshop dari tanggal 3 hingga 10 Juli 2010 dan sepenuhnya diadakan di dalam KRB. Peserta workshop 29 orang dengan latar belakang lulusan S1 dan S2 dari disiplin ilmu arsitektur, desain kota dan arsitektur lanskap, dimana 20 orang dari Indonesia (IPB, KRB, Institut Teknologi Bandung, Universitas Pelita Harapan, Universitas Kristen Petra, Umum), 5 dari Malaysia (University of Malaya-UM), 4 dari Singapura (National University of Singapore-NUS), dan 1 dari Australia, serta 10 peserta tambahan yang merangkap sebagai volunteer (mahasiswa S1 semester akhir ARL dan dari Kampoeng Bogor). Kegiatan workshop selama 7 hari ini dilakukan di dalam dan luar ruangan, berupa perkuliahan/pembekalan, survey (KRB, Kota Bogor) dan pengumpulan data, analisis dan diskusi kelompok, mendisain proposal, dan presentasi akhir.
Materi kuliah yang diberikan terkait dengan nilai penting aspek kesejarahan, sejarah dan aspek konservasi kebun raya, perkembangan dan pembangunan Kota Bogor, pemanfaatan adaptif struktur bersejarah, dan metode survey. Pemberi materi kuliah yaitu Prof. Johannes Widodo (mAAN), Prof. Lai Chee Kien ( NUS), Prof. Kuswata Kartawinata (KRB), Dr. Deddy Darnaedi (KRB), Dr. Ernan Rustiadi (P4W LPPM IPB), Dr. Siti Nurisyah (ARL IPB), Moh. Azrin, MS (Bappeda Kota Bogor), Setiadi Sopandi, MArch (mAAN), dan Prof. Yahaya Ahmad (UM). Peserta dibagi dalam 6 kelompok dan dalam melakukan kerja kelompok didampingi oleh seorang unit master yang terdiri dari: Prof. Lai Chee Kien (NUS), Prof. Yahaya Ahmad (UM), Prof. Widjaya Martokusumo (ITB), Dr. Jusna Amin (Usakti), Adi Purnomo (praktisi), Avianti Armand (praktisi), dan Rahman A. Wijaya (praktisi).
Pada presentasi akhir yang diadakan di gedung tua ex-Laboratorium Treub KRB, ke-6 kelompok memaparkan proposalnya di depan forum undangan. Keenam kelompok mengajukan konsep dan pendekatan yang inovatif dan beragam, dengan tingkat cakupan dari skala makro hingga mikro/detail. Keenam konsep tersebut yaitu: Urban (Bio)Diversity Approach in Celebrating The Bogor Botanical Garden yang mengajukan program interpretasi di KRB; Buitenzorg: I (don’t) care Bogor, yang berpijak dari masalah ketersediaan sumber daya air di perkotaan dan peluang KRB untuk mendukung pemecahan masalah; Si Geulis yang melihat kaitan KRB dengan Jakarta dan menjadikan Pulo Geulis sebagai studi kasus untuk proposal desain dengan pendekatan aliran air Sungai Ciliwung untuk konservasi, edukasi dan rekreasi; Wall/fence as Potential Connector Between the Bogor Botanical Garden and the City dengan pendekatan konflik sosial di seputar KRB dan mengajukan desain aplikatif melalui pembagian 5 distrik berdasarkan kondisi lingkungan sekitar KRB; Enhance-Enjoy-Experience yang mengolah rute Stasiun Bogor-pintu utama KRB menjadi jalur pedestrian yang dapat mengakomodir turis, PKL, dan angkot; dan Tropical Plant Conservation Park yang mengajukan design guidelines dan buffer zone yang mendukung keberlangsungan nilai penting core zone yaitu KRB. Acara presentasi ditutup dengan sesi tanya jawab dan komentar, penyerahan sertifikat, serta kesan-kesan dari para peserta. Penutupan workshop diakhiri dengan farewell lunch di Hotel Salak the Heritage Bogor. (kompubarl-vdd)
