Boediono Buka International Halal Business & Food Expo : Prosedur Halal jangan Membebani Masyarakat
Wakil Presiden Boediono meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar tidak memberatkan pihak produsen dalam menetapkan label halal dalam suatu produk. Karena menurutnya, jika penetapan label halal memberatkan, tidak hanya merugikan produsen, namun juga membebani konsumen.
"Jangan sampai standar halal yang ditetapkan memberatkan para produsen, karena itu akan berpengaruh terhadap harga sebuah produk dan menjadi lebih mahal. Pada akhirnya itu akan memberatkan konsumen," ujar Boediono saat membuka acara bertajuk The First Indonesia International Halal Business & Food Expo 2010 yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI), di JCC Jakarta. Jumat (23/7/2010)
Wapres mengkhawatirkan, jika produk halal jauh lebih mahal dan tidak terjangkau masyarakat, maka akan diabaikan sehingga halal dan haram tidak menjadi pertimbangan pembeli atau konsumen," ujar Wapres.
Wapres menyarankan, mengingat besarnya penduduk muslim di dunia dan Indonesia, label halal yang telah ada saat ini bisa direkomendasikan untuk bisa dipakai di tingkat internasional. Wapres juga menyingung bahwa kehalalan bukan hanya diberlakukan untuk suatu produk barang, tetapi produk jasa pun bisa menggunakan label kehalalan tersebut.
Sementara itu,Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama, Dr.Ir.Anas Miftah Fauzi,M.Eng., saat di temui di stand IPB mengatakan, IPB sebagai lembaga pendidikan tinggi, selalu berkontribusi aktif terhadap kehalalan. Hal ini dibuktikan dengan ikut aktif dalam kerjasama Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Tirangle (IMTGT).
“Ketiga universitas tersebut secara bersama-sama mengembangkan riset halal. Diantaranya kerjasama penelitian terkait identifikasi bahan haram atau halal, proses autentifikasi, sampai juga bagaimana mencarai produk pengganti barang yang haram tersebut. Misalnya pewarna, pengental, gelatin dan sebagainya. Selain itu kami juga mengembangkan prosedur-prosedur kehalalan secara bersama,” ujarnya.
Menurut wakil rektor, IPB selalu berkontribusi aktif dalam kehalalan ini dan hal itu bisa dilihat dari sisi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakatnya.
“Dari sisi pendidikan kita mengembangkan kurikulum yang bisa memberikan kewaspadaan kepada mahasiswa, sehingga ketika lulus nanti, mereka bisa merancang suatu proses produksi berbasis kehalalan. Sisi penelitian, IPB memiliki halal center yang didukung oleh sivitas IPB, yang mencoba melakukan riset identifikasi barang halal atau halal serta riset yang mencari pengganti bahan haram, kemudian proses produksi yang halal dan keamanan pangannya. Sisi pengabdian masyarakat, IPB lebih memberikan pemahaman kepada mayarakat bagaimana memilih produk, prosesnya dan menjaga kehalalan tersebut di dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, halal dan aman adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dan IPB memiliki komitmen yang tinggi di dalam riset halal dan kemanan pangan ini.
International Halal Business and Food Expo merupakan expo pertama dan terbesar di Indonesia bertaraf International . Acara yang berlangsung selama tiga hari ini diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia bekejasama PT Perfomax diikuti oleh lebih dari 100 lembaga dan 160 stand perusahaan makanan, minuman, yang menampilkan berbagai produk mereka tidak hanya makanan, kesehatan, kosmetik, bank syariah, asuransi syariah dan produk halal lainnya. Boediono selaku Wakil Presiden Indonesia dalam sambutannya menyatakan bahwa produk halal itu bersifat luas tidak hanya terbatas untuk produk makanan saja tapi juga produk financial.
Semarak IHBF Expo 2010 berakhir pada tanggal 25 Juli yang ditutup Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bertepatan dengan Pembukaan Musyawarah Nasional VIII dan Milad ke-35 MUI di JCC. Dalam sambutannya, SBY menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada penyelenggara IHBF Expo.
Pada saat yang hampir bersamaan, Ketua MUI KH. Amidhan Saberah mengharapkan IHBF Expo kembali digelar di tahun mendatang dengan lebih banyak peserta. Karena sebagaimana laporan Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI, bahwa IHBF Expo baru diikuti oleh sekitar 20% perusahaan yang sudah mendapatkan sertifikasi halal. (man/nm)
