Tumbuhnya Pelabuhan Daerah Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Tumbuhnya pelabuhan di daerah seiring dengan era otonomi daerah (Otda) sangat dibutuhkan guna menunjang pelabuhan utama yang sudah ada, karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pernyataan itu dikemukaan Koordinator Pelatihan Kerja Sama Indonesia dan Jerman untuk meningkatkan mutu pengelolaan pelabuhan di Indonesia Dr Ir Ruddy Suwandi, MS, M.Phil di Bogor, (12/10).
"Dengan kian bertambahnya pelabuhan daerah, maka hal itu akan menunjang keberadaan pelabuhan utama sehingga terjalin hubungan sinergis yang dapat memacu tumbuhnya ekonomi baru di daerah," katanya di sela-sela pembukaan program pelatihan dengan tema "Enhancing Planning and Management Competences for Port Development in Decentralised Administration Units" untuk modul 3 (Modul 3 Batch 3 Phase 1).
Pelatihan yang diikuti 23 peserta dari seluruh Indonesia dan ditambah tiga peserta dari Timor Leste itu merupakan kerja sama antara Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan "Bremenports" dan "InWentCapacity Building International" Jerman.
giatan itu adalah bagian dari program pendidikan dan pelatihan dalam bidang pelabuhan (port), pengangkutan laut (shipping) dan logistik antara IPB dan Inwent selama tiga tahun (2008-2010). Ia menjelaskan, dalam bagian program pendidikan dan pelatihan itu, para pemangku kepentingan yang terkait dengan pengelola pelabuhan dan juga unsur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), adalah sasaran yang memang dituju, sehingga nantinya akan mampu membangun pelabuhan dengan kualitas yang diharapkan.
"Dalam bagian pelatihan itu, pada setiap angkatan, para peserta selama dua bulan menjalaninya langsung di Bremen, Jerman, sehingga mendapatkan pengetahuan langsung mengenai manajemen pengelolaan pelabuhan secara modern. Beberapa daerah yang mengirimkan peserta pelatihan, berupaya mewujudkan komitmen kuat untuk membangun pelabuhan daerah dengan dukungan pimpinan wilayahnya,” papar Dr. Ruddy.
Ia memberi contoh Kota Dumai, Provinsi Riau –merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis– yang sudah membangun pelabuhan daerah, di mana unsur pengelola pelabuhan mulai dari manajemen tertinggi dan kepala Bappeda yang menjadi peserta pelatihan kemudian menunjukkan komitmen dukungan kuat.
Daerah lain yang belakangan juga punya komitmen semacam itu adalah Kabupaten Barru di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Komitmen Jerman
Pada bagian lain, Dr. Ruddy Suwandi mengatakan, Pemerintah Republik Federal Jerman melalui Inwent punya komitmen kuat untuk membantu peningkatan mutu pelabuhan di Indonesia melalui kerja sama yang sudah terjalin.
"Setelah program kerja sama berakhir pada tahun 2010, kemungkinan akan diperpanjang tiga tahun lagi yakni hingga tahun 2013," katanya.
Selain pelabuhan umum, pihak Jerman juga menyetujui usulan PKSPL LPPM IPB untuk memberikan porsi bagi peserta dari unsur pelabuhan perikanan, sehingga ada aspek keterwakilan dari unsur pelabuhan umum yang menjadi wewenang Departemen Perhubungan (Dephub) maupun pelabuhan perikanan yang merupakan wewenang Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP).
"Pihak Jerman dalam pelatihan pada modul 3 ini menyetujui lima peserta dari unsur pelabuhan perikanan, namun yang hadir hanya dua yakni dari Cilacap, Jawa Tengah, dan Cirebon, Jawa Barat," katanya. (ant/man)
