Departemen Arsitektur Lanskap Menyelenggarakan International Symposium Of Green City
Bertempat di IPB International Convention Center (IICC) Bogor Departemen Arsitektur Lanskap – Fakultas Pertanian IPB memprakarsai untuk penyelenggaraan International Symposium of Green City dengan tema utama: KONSEP KOTA HIJAU DAN IMPLEMENTASI TERHADAP LINGKUNGAN BERKELANJUTAN DALAM TANTANGAN MASA DEPAN. Acara yang berlangsung 10-11 Agustus 2009 dibuka oleh Rektor IPB, Prof. Dr. H. Herry Suhardiyanto, M.Sc. mengusung tiga sub-tema, yaitu: 1. kota hijau (green city), eco-city, dan kota berkelanjutan (sustainable city); 2. infrastruktur hijau dan arsitektur hijau; 3. Jaringan ekologis pada lanskap perkotaan dan perdesaan. Ketiga sub-tema tersebut diseminarkan dalam bentuk parallel session setelah istirahat siang pada hari pertama. Dalam seminar ini disajikan 30 presentasi makalah dan 10 presentasi poster.
Ketua penyelenggara, Dr. Alinda Fitriani Zain, menyebutkan bahwa acara symposium yang berlangsung 2 hari ini diikuti oleh sekitar 150 peserta yang datang dari berbagai kalangan akademisi, birokrat, praktisi lingkungan, perusahaan property, konsultan-kontraktor-maintainance supervisor di bidang arsitektur lanskap, perwakilan masyarakat yang sangat perduli lingkungan, serta lembaga swadaya masyarakat yang memiliki visi-misi-tujuan yang sama yaitu menuju perwujudan kota hijau di masa yang akan dating. Seminar pada hari pertama dan ekskursi ke lapang pada hari kedua dengan melihat konsep Sentul City yang menuju ke Eco-city/Green City; interpretasi lanskap kawasan Riung Gunung Puncak; melihat Taman Bunga Nusantara dan Kota Bunga Cipanas diharapkan para peserta yang datang dari berbagai kota di Indonesia, serta Singapore, Malaysia, Thailand dan Jepang dapat berdiskusi secara mendalam di lapang.
Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, Ketua Departemen Arsitektur Lanskap IPB yang sekaligus bertindak sebagai ketua Steering Committee, menyampaikan bahwa pembicara kunci pada symposium ini adalah Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Ini sangat tepat, karena perwujudan “green city” ini sangat terkait dengan kebijakan-kebijakan tata-ruang dan ketersedian lanskap ruang terbuka hijau, infrastruktur, pembangunan fasilitas yang menyangkut arsitektur dan sipil; selain tidak lepas pada masalah kesehatan, social dan budaya. Karena ini beliau menyampaikan ada empat pembicara tamu yang diharapkan secara konprehensif dapat menggambarkan kota hijau di masa yang akan dating. Keempat pembicara tamu, adalah: Prof. Dr. Yoritaka Tashiro, ahli green network system dari Chiba University – Jepang; Prof. Dr. Jörg Rekittke, landscape scientist Jerman yang menjadi Direktur program Master of Landscape Architecture, National University of Singapore; Diane Wildsmith, Msc.Arch, professional arsitektur USA yang sedang menjadi Visiting Assistant Professor Universitas Indonesia dan komisioner PT.IDC; Dr. Deni Ruchyat, M.Eng, Direktur Perencanaan Spasial, Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Dengan simposium ini, beberapa konsep dan implementasi dari “green city” di dunia dapat dipresentasikan. Masalah apa yang ada dan faktor pendorong akan dihadapai oleh pemegang kebijakan dari manajemen wilayah, kota hingga desa saat mereka berkomitmen terhadap lingkungan berkelanjutan.
Dalam plenary session disampaikan pula success story dari Sentul City mencapai MURI untuk penghijauan lanskap jalan terpanjang di Indonsia dan beberapa konsep Sentul City menuju Ecovillage. Disamping itu Ketua Departemen Arsitektur Lanskap memaparkan pengalamannya melalui practice learning dari lomba KOTAKU HIJAU (community participatory based toward green city). Dalam hal ini tiga pemenang, para Juara I Kotaku Hijau, kategori Taman Lingkungan (Kelurahan Gajah Mungkur Semarang), kategpri Hijau Lingkungan (Kelurahan Madyapuro Malang), dan kategori Bersih Lingkungan (Kelurahan Rongtengah Sampang Madura) hadir menyampaikan sekilas tantang kiat keberhasilan menjadi juara menuju kota hijau.
Symposium ini didukung oleh Direktorat Kerjasama International IPB, International Federation of Landscape Architects (IFLA), Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI), Forum Pendidik Arsitektur Lanskap Indonesia (FPALI), Research Networks of South East Asian Landscape (RNSEAL), dan Wise Use of Biomass Resources (WUBR) JSPS-IDEC Project, Sentul City-Bogor, Kota Bunga Cipanas dan Taman Bunga Nusantara. Clossing remarks acara ini disampaikan oleh Dekan Fakultas Pertanian – IPB, Prof. Dr. Ir. Didy Sopandie, M.Agr. Beberapa point penting dari hasil diskusi pada ajang seminar yang berasal dari makalah yang disajikan oleh peserta, pembicara tamu maupun pembicara kunci ini disampaikan sebagai suatu rangkuman kesimpulan untuk langkah ke depan mewujudkan “kota hijau”, antara lain tersedianya RTH memadai, penerapan green building, green infrastructure, kota yang bebas polutan, tersedia air bersih, penangan limbah yang ramah lingkungan dengan prinsip 5 R, dll. (HSA)
