LPPM IPB Berdayakan Nelayan Sukabumi
Peluncuran Kapal Tangkap Ikan Berbahan Baku Fiberglass
Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (LPPM IPB) melakukan kegiatan pemberdayaan. Kini giliran nelayan di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Mereka dilatih membuat kapal nelayan untuk menangkap ikan berbahan baku fiberglass.
Keseriusan tersebut dibuktikan dengan penandatangan naskah kerjasama tentang pemberdayaan masyarakat antara IPB dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Senin, (8/6) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Cikahuripan, Sukabumi.
Naskah kerjasama ini ditandatangani oleh Rektor IPB, Dr.Ir.Herry Suhardiyanto, M.Sc., dan Bupati Sukabumi, Drs. Sukmawijaya, MM. Selain itu juga dilakukan penandatanganan SPK antara Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sukabumi, Drs. Asep Jafar, MM. dan Kepala LPPM IPB, Prof. Dr.Bambang Pramudya. Acara turut dihadiri juga oleh Kasubdit Usaha Mikro Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Sapta Putra Ginting.
Kegiatan tersebut dilakukan dalam suatu ramah tamah "Peluncuran Produk Perdana Perahu Fiberglass Produksi BUMDes Cikahuripan."
Kepala Desa Cikahuripan, Mahfuddin dalam sambutannya di hadapan puluhan nelayan mengatakan, pelatihan pembuatan perahu berbahan baku fiberglass ini salah satu pemberdayaan masyarakat LPPM IPB. Pelatihan ini sudah berjalan sejak pertengahan tahun 2008 lalu.
"LPPM IPB terus mendampingi warga dengan fokus terhadap lima hal yaitu, Bimbingan terhadap aparat desa, Pelatihan membuat perahu berbahan baku fiberglass dan perbengkelan, Peningkatan kapasitas lembaga BUMDes, Peningkatan usaha produktif pemuda dan Pemberdayaan Keuangan Keluarga," ujarnya.
Pada saat kunjungan di bengkel pembuatan perahu, Rektor IPB mengatakan, penggunaan fiber untuk bahan baku perahu ini akan dapat mengurangi penggunaan kayu, sehingga mengurangi penebangan kayu di hutan.
"Penggunaan kayu untuk perahu ini akan lebih sedikit, desainnya pun akan lebih beragam, dan juga tidak perlu repot menambal karena sudah kedap air," ujarnya.
Rektor mengatakan, Cisolok menjadi salah satu model pemberdayaan masyarakat, dan bisa direplikasikan di tempat lain. Untuk pembiayaannya menurutnya tidak lagi pada prespektif menggunakan dana, namun mengutamakan kemandirian
"Dipilihnya, Desa Cikahuripan, Cisolok karena ada beberapa indikator diantarannya adalah wilayahnya yang memiliki kekhasan, lokasi aksesibilitas yang baik, evaluasi semangat kemandirian kemasyarakatan, keterbukaan terhadap inovasi, dan pendampingan pada format kemandirian bukan terhadap dana yang diberikan," ujarnya.
Hal senada juga dikatakan Bupati Sukabumi Sukmawijaya, bahwa dengan produksi perahu menggunakan fiberglass akan mengurangi pemakaian bahan baku kayu. Dengan demikian, hutan yang ada sebagai penyangga lingkungan juga terjaga karena pohonnya tidak lagi ditebang.
Di bawah guyuran rintik hujan, Rektor IPB, Bupati Sukabumi, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sukabumi, Kepala LPPM IPB, Kasubdit Usaha Mikro Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), dan Kepala Desa Cikahuripan, menggunting pita pada perahu yang menandai Peluncuran Produk Perdana Perahu Fiberglass Produksi BUMDes Cikahuripan, yang disaksikan oleh puluhan nelayan setempat.
Perahu produksi BUMDes Cikahuripan bersama LPPMB IPB yang diluncurkan itu, diberi nama Kahuripan Nusantara. Memiliki panjang 9,5 meter, lebar 105 cm, dan tinggi 70 cm. Harga tunai perahu lengkap dengan gading Rp12.500.000, sedangkan jika dengan mesin 9 PK harganya Rp18.500.000. Sudah 30 nelayan yang akan memesan perahu ini. (man)
