Kota Palangkaraya Kalteng Kerjasama IPB Kembangkan Pertanian
Walikota Palangkaraya Kalimantan Tengah Riban Satia, S.Sos menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr.Herry Suhardiyanto, Kamis (23/4) di Kampus IPB Darmaga. Nota kesepahaman ini berisi tentang kerjasama Kota Palangkaraya dengan IPB di bidang penelitian dan pengembangan pertanian.
"Palangkaraya memiliki potensi komoditas pertanian dan perikanan spesifik seperti tanaman kalake, buah lewang, ikan jelawat serta ikan pipih. Komoditas tersebut masih belum digarap dan dibudidayakan optimal. Kami ingin salah satu komoditas tadi sebagai unggulan dan menjadi brand Palangkaraya," kata Riban. Selama ini, masyarakat Palangkaraya mengambil komoditas tersebut langsung dari alam. Dalam jangka panjang, ini mengkhawatirkan. Sebab, komoditas spesifik tadi lama-lama dapat punah. Misalnya tanaman kalake semacam paku-pakuan yang tumbuh di lahan gambut, ternyata mempunyai kemampuan antikanker. Tanaman ini sering diselundupkan untuk dijual ke Malaysia.
Pemerintah Daerah (Pemda) Palangkaraya berharap IPB membantu mengembangkan teknologi budidaya, hortikultura, perbenihan, pengolahan bidang pertanian, perikanan dan peternakan, termasuk peningkatan sumber daya manusianya.
Rektor IPB didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof.Yonny Koesmaryono dan Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama Dr.Anas Miftah Fauzi mengatakan IPB siap membantu Pemda Palangkaraya. "Kami akan menghubungkan dengan PT.Prima Kelola, perusahaan konsultasi yang sahamnya 100 persen milik IPB untuk membantu dan mendampingi Pemda Palangkaraya mengembangkan pertanian di sana," kata Rektor.
Berkaitan pengembangan sumberdaya, Prof.Yonny menyarankan Pemda Palangkaraya mengutus sumberdaya manusianya untuk belajar di IPB melalui Beasiswa Utusan Daerah baik di S1, S2 dan S3. "Kami menyarankan Pemerintah Palangkaraya mengambil satu paket selama 4 atau 5 tahun untuk pendidikan S2 dan S3 sekaligus," kata Prof.Yonny.
Dari kerjasama ini Pemda Palangkaraya berharap nantinya tersusun master plan pertanian, road map komoditas unggulan sesuai agroekonomi per wilayah, dan pengembangan rekayasa sosial berupa model atau pola peningkatan sumberdaya manusia dan kelembagaan petani. (ris)
