ViCon tentang Pemanfaatan Limbah

ViCon tentang Pemanfaatan Limbah

Berita

ViCon tentang Pemanfaatan Limbah

Selasa 14 Oktober 2008, telah diselenggrakan Video Conference (VICON) di Universitas Gajah Mada yang membahas tentang Pemanfaatan Limbah. Hadir dalam acara tersebut Dr. Ir. Nastiti S. Indrasti (Fateta), Dr. Ir. Parulian Hutagaol (FMIPA), dan Kudang Boro Seminar (Direktur KSI-IPB). Acara yang berlangsung selama 3 jam itu diselenggarakan oleh UGM dan dihadiri juga oleh para peserta perwakilan beberapa universitas antara lain ITS, Unri, Unhas, Unila, Untar dan Unlam.

Acara diawali dengan sambutan Ketua Penyelenggara, kemudian sambutan Rektor UGM, dan dilanjutkan dengan Pemaparan Makalah yang disampikan oleh Dr. Siti Syamsiah dari UGM, perwakilan dari Pemda Sleman, Prof. Mohammad Taherzadeh dari College of Boras-Swedia, Mr. Olle Engstrom dari City of Boras-Swedia. Dalam kesempatan ini UGM menyampaikan kerjasama yang telah terbina antara UGM-Pemda Sleman-Swedia dalam pengelolaan sampah mulai dari tahap inisiasi kerjasama, pengembangan konsep kerjasama sampai dengan tahap implementasi di Kabupaten Sleman (Success Story). Selain itu disampaikan bahwa perlu dibentuk perubahan paradigma secara sampah tidak dilihat sebagai limbah tetapi sebagai potensi.

Selain itu Prof. Mohammad Taherzadeh pun memaparkan berbagai aktivitas mulai dari penelitian, pendidikan kepada masyarakat sampai kontribusi mereka dalam pengelolaan sampah di Swedia. Mr. Olle Engstrom memaparkan upaya yang telah dilakukan Kota Boras selama 30 tahun dalam upaya pengelolaan sampah. Perlu upaya yang sering dan secara kontinyu mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk dapat mencapai kondisi lingkungan yang bersih dan sehat seperti sekarang ini. Berbagai upaya reduce, reuse dan recycling dijelaskan.

Dalam kesempatan itu muncul beberapa komentar dan pertanyaan dari peserta antara lain dari IPB (Dr. Ir. Nastiti S. Indrasti) yang menyatakan apresiasi/penghargaan yang tinggi kepada UGM yang telah menginisiasi kegiatan teleconference ini dalam rangka tukar pengalaman mengenai pengelolaan sampah yang telah dilakukan melalui kerjasama di Kabupaten Sleman dan Swedia. IPB pun mengkritisi perlunya  perubahan paradigma tentang sampah karena adanya perbedaan kultural/sosial budaya maka pemahaman terhadap paradigma tersebut perlu dijelaskan dengan memperhatikan aspek lokal tersebut agar tidak terjadi salah persepsi.

Komentar dan pertanyaan juga disampaikan oleh peserta yang lain seperti Univ. Riau, Univ. Tanjung Pura, ITS, Univ. Hasanudin dan Univ. lampung. Diskusi kurang bisa diikuti karena suara tidak jelas.

Catatan penting pada akhir diskusi disepakati IPB dan Univ. Hasanudin akan dilibatkan dalam kerjasama ini. (ksi)