ICIS II Hasilkan 36 Keputusan, Delegasi Tiba di IPB
Pror. Dr. Ir. Ahmad Anshori Mattjik, MSc (Rektor IPB) menerima delegasi ICIS II yang tiba di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada pukul 12:50 di Masjid Al Hurriyah Kampus IPB Darmaga. IPB menjadi tempat field visit seluruh peserta kegiatan International Conference of Islamic Scholars II (ICIS II) yang telah diselenggarakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 20-22 Juni. ICIS II ini dihadiri perwakilan negeri-negeri Islam dan non islam seluruh dunia. Kunjungan ke IPB tersebut dijadwalkan Kamis (22/6).
Konferensi yang bertema ‘ Upholding Islam as Rahmatan Lil Alamin’ dan bertujuan mengkonkritkan aturan agama dan merumuskan nilai islam rahmatan lil ‘alamin sebagai semangat pergerakan sosial untuk mengubah dari pertentangan dunia pada keadilan dan kedamaian dunia ini ditutup pada pukul 10:00 WIB di Hotel Borobudur Jakarta. Selanjutnya delegasi-delegasi yang berasal dari 53 negara tersebut mengikuti acara kunjungan ke Institut Pertanian Bogor (IPB).
Ketua Panitia ICIS II dari PB Nahdlatul Ulama, Rozi Munir, dalam satu konferensi pers yang digelar oleh Kepala Prohumasi IPB, Drh. R.P. Agus Lelana, SpMp. MSi, ICIS II yang berlangsung dari 20 hingga 21 Juni itu lebih diarahkan pada rencana aksi untuk mengurangi konflik baik antar aliran di kalangan Islam maupun ketegangan antara Timur dan Barat. `Jika pada ICIS pertama sasaran kita adalah mempersamakan persepsi untuk mengedepankan Islam moderat, pada ICIS ke II kita akan mengarah pada aksi, terutama meredakan konflik antar kelompok Islam maupun ketegangan antara Timur dan Barat, Katanya.
Hasil dari ICIS II berisi 36 point penting yang telah disepakati oleh semua peserta. Dari ke-36 point tersebut, dikelompokkan dalam lima aspek yaitu 1. respon Negara islam menghadapi globalisasi, 2. perdamaian dan pemecahan konflik antar umat beragama, 3. perekonomian pemerintah dan 4. masalah pendidikan dan social Progress, 5. perkembangan ICIS kedepannya.
Beberapa isi dari keputusan-keputusan yang disepakati diantaranya 1. mengajak seluruh muslim di dunia untuk berpartisipasi dalam menghasilkan perlindungan dan persatuan umat ditengah isu globalisasi, 2. mengajak pemerintah dari Negara-negara muslim untuk menguatkan kerjasama dalam mengambil manfaat adanya globalisasi, 3. mendorong pemerintah dari negara-negara muslim untuk bersatu dengan cara mengkomunikasikan antar orang per orang, tidak hanya mahasiswa tapi juga muslim secara keseluruhan termasuk pemuda-pemudi, wanita dan juga orang tua, 4. mendorong agar kerjasama antara pemerintah dari Negara muslim dan pemerintah dari Negara lain untuk berkomunikasi secara intensif dan berdialog, 5. mendorong muslim dan non muslim dimanapun untuk menyebarkan ide-ide yang benar bahwa islam merupaka agama moderat dan bertoleransi.
Pada ICIS I sekitar 43 negara mengirimkan delegasinya, di mana pada akhir pertemuan peserta sepakat untuk membentuk kesekretariatan ICIS di Gedung PBNU Jakarta dan memilih Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi sebagai Sekjen ICIS.
Alasan mengapa IPB dijadikan sebagai Universitas yang dikunjungi oleh delegasi-delegasi dari peserta ICIS II ini, Rozi menjawab bahwa peserta yang diundang merupakan para cendekiawan dan bukan politikus. Sebagian besar peserta yang hadir di ICIS II ini adalah Rektor di suatu Universitas dan tidak ada kepentingannya dengan masalah politik, sehingga berkunjung ke instansi pendidikan akan menambah wawasan setiap peserta.
“Kalau ditanya mengapa IPB yang dipilih, karena kebanyakan peserta yang hadir berasal dari timur tengah yang kita tahu daerah disana penuh dengan gurun, saya hanya ingin memperlihatkan daerah yang banyak warna hijaunya, maka IPB lah jawabannya.” Jelasnya.
Sejumlah negara di luar negara-negara Timur Tengah mengirimkan utusannya pada ICIS II, antara lain Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman, Jepang, Perancis, Spanyol, Belanda, Turki, dan Swedia. Beberapa negara, termasuk Mauritius dan Uganda, bahkan Negara yang dulunya adalah bagian dari NKRI, Timor Leste, juga hadir dalam ICIS II kendati sebelumnya tidak diundang.(zul/ris)
