IPB University Tuan Rumah Kick-off ENHANCE, Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi Berbasis Sustainability
IPB University menjadi tuan rumah Kick-off Meeting Proyek ENHANCE (European–Indonesian Partnership for Strengthening Sustainability and Environmental Education). Pertemuan digelar di Kampus IPB Dramaga, Bogor (24/2).
Pertemuan ini menandai dimulainya kolaborasi tujuh perguruan tinggi dari Indonesia dan Eropa dalam memperkuat pendidikan tinggi berbasis keberlanjutan melalui transformasi kurikulum, riset transdisiplin, dan penguatan kapasitas institusi.
Proyek ENHANCE didukung pendanaan Uni Eropa sebesar €790.695,00 (sekitar IDR 15.684.384.159 miliar) dan diharapkan memberikan kontribusi signifikan dalam memajukan pendidikan keberlanjutan serta mendorong transformasi kelembagaan di Indonesia.
Konsorsium internasional ini melibatkan Universiteit Maastricht (Belanda), Università Cattolica del Sacro Cuore (Italia), University of Göttingen (Jerman), serta empat perguruan tinggi Indonesia, yakni Universitas Mataram, Universitas Nusa Cendana, dan Universitas Palangka Raya.
Selama periode implementasi, ENHANCE akan meningkatkan kapasitas lebih dari 120 staf akademik dan manajerial serta melibatkan sedikitnya 450 mahasiswa dalam kurikulum berbasis prinsip keberlanjutan.
Konsorsium juga akan menyusun strategi pengembangan graduate school keberlanjutan di empat universitas Indonesia dan membangun platform kolaborasi nasional maupun internasional guna memperkuat riset dan jejaring akademik.
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, dalam sambutannya menegaskan komitmen institusi dalam transformasi pendidikan tinggi berbasis keberlanjutan.
“Melalui ENHANCE, kami mendorong sinergi nyata antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia melanjutkan bahwa konsorsium ini mencerminkan kemitraan dengan kontribusi setara. Menurutnya, mitra Eropa membawa keahlian dalam inovasi tata kelola, sistem penjaminan mutu, dan pendidikan pascasarjana berstandar internasional.
Sementara, mitra Indonesia menghadirkan konteks sosio-ekologis yang kaya, sumber daya biodiversitas, praktik keberlanjutan berbasis komunitas, serta tantangan pembangunan nyata sebagai laboratorium pembelajaran terapan.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr Fauzan Adziman, menekankan pentingnya kemitraan internasional. “Kemitraan seperti ENHANCE membuka ruang pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik,” tegasnya.
Project Manager ENHANCE dari Maastricht School of Management (MSM) Belanda, Gigi Limpens, menyampaikan bahwa proyek ini tidak hanya berfokus pada pengembangan kurikulum, tetapi juga penguatan tata kelola dan keberlanjutan institusional. Ia menilai kolaborasi lintas negara ini menciptakan ruang pembelajaran setara dan berdampak jangka panjang.
Proyek ENHANCE dirancang merespons tantangan pembangunan Indonesia seperti deforestasi, degradasi lahan gambut, kerentanan bencana, dan tekanan terhadap keanekaragaman hayati melalui tiga pilar utama: penguatan kapasitas institusi, inovasi pendidikan, serta pengembangan riset transdisiplin.
Proyek ini juga mengintegrasikan prinsip kesetaraan gender, inklusivitas, transformasi digital, systems thinking, dan pemanfaatan teknologi digital untuk mendorong lahirnya model pendidikan pascasarjana keberlanjutan yang adaptif dan berdaya saing global.
Kick-off Meeting ini diselenggarakan oleh Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University di bawah kepemimpinan Prof Damayanti Buchori selaku Kepala CTSS sekaligus Steering Committee, bersama Dr Karlisa Priandana sebagai Project Management Team IPB University, sebagai komitmen strategis memperkuat peran pendidikan tinggi menuju ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan. (**/dr)
