Para Rektor PTNBH Konsolidasi Nasional di IPB University
IPB University menjadi tuan rumah U25 Forum Rektor Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Forum ini menjadi momentum strategis yang menegaskan pentingnya penyatuan peta jalan riset dan inovasi nasional antarperguruan tinggi guna memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Arif Satria yang hadir memberi keynote speech menegaskan peran rektor PTNBH sebagai pilar utama dalam ekosistem riset Indonesia. Oleh sebab itu, ia menilai kolaborasi antara BRIN dan perguruan tinggi merupakan sebuah keharusan.
Ia mengungkapkan bahwa BRIN telah bersepakat dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) untuk menyusun satu peta jalan riset dan inovasi nasional yang terintegrasi. Peta tersebut akan menjadi panduan utama bagi institusi riset dan perguruan tinggi dalam menjalankan agenda penelitian nasional.
“Peta jalan riset nasional ini menjadi terobosan agar riset berjalan lebih efisien, efektif, dan terarah,” tegasnya saat mengisi acara U25 Forum Rektor di Kampus IPB Dramaga (22/1).
Selain itu, Prof Arif juga menyampaikan rencana pembukaan profesi peneliti di perguruan tinggi yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian administratif. BRIN juga mendorong pemanfaatan fasilitas riset yang tersebar di berbagai daerah guna memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam menjawab persoalan pembangunan lokal.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kemampuan BRIN dalam memproyeksikan teknologi masa depan.
“Kita harus mempersiapkan riset hari ini untuk menjawab perkembangan teknologi hingga 2035, 2040, bahkan 2050, agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain,” ujarnya.
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet menuturkan bahwa keberlanjutan pendanaan PTNBH perlu didorong melalui inovasi dan optimalisasi aset. Ia mengajak para pimpinan PTNBH untuk melihat langsung pengelolaan inovasi di Science Techno Park (STP) IPB University.
“Kami ingin berbagi pengalaman IPB dalam mengomersialisasi inovasi dan membangun spin-off berbasis riset, sekaligus memperkuat kolaborasi yang bertumpu pada keunggulan masing-masing PTNBH,” kata Dr Alim.
Sementara itu, Ketua U25 sekaligus Rektor Universitas Indonesia Prof Heri Hermansyah, menyoroti tantangan kemandirian PTNBH, khususnya dalam mengurangi ketergantungan pada dana uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa.
“PTNBH dituntut untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki, terutama sumber daya manusia (SDM), yang memiliki potensi besar dalam menghasilkan pendapatan melalui pendidikan, riset, pengabdian masyarakat, serta kerja sama akademik dan industri,” jelasnya.
Selain SDM, menurutnya, aset fisik seperti lahan strategis juga dapat dikembangkan menjadi sentra ekonomi baru yang memberikan nilai tambah bagi universitas.
“U25 menjadi ruang berbagi pengalaman. Kita bergerak maju melalui kolaborasi, bukan kompetisi,” tegas Prof Heri.
