Petani Desa Raya Kini Cakap Mengelola Limbah Kemasan Pestisida
IPB University kembali melaksanakan program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Di Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Sumatera Utara, tim Dospulkam yang diketuai Prof Manuntun Parulian Hutagaol membekali petani lokal pengetahuan praktis cara mengelola limbah kemasan bekas pestisida.
Melalui sesi pelatihan, peserta mendapatkan pengetahuan tentang cara pengumpulan, pencucian, dan pemusnahan kemasan pestisida sesuai standar keamanan lingkungan dan kesehatan.
“Kemasan bekas pestisida kerap menjadi permasalahan lingkungan di wilayah pertanian. Pengelolaan limbah kemasan pestisida bukan menjadi pilihan tetapi kewajiban untuk tetap mengelola lingkungan,” ujar Prof Manuntun Parulian Hutagaol.
“Kami ingin memastikan para petani memahami risiko limbah pestisida dan mampu mengelolanya dengan benar. Harapannya, praktik ini bisa diterapkan secara rutin sehingga pertanian di Desa Raya terus maju dan lingkungan tetap terjaga,” ujar Dr Beata Ratnawati, anggota tim menambahkan.
Kegiatan ini diikuti perwakilan industri seperti Bayer Indonesia dan Croplife, perangkat pemerintah desa, serta mahasiswa. Dr Dahri Tanjung dan Dr Yeti Lis Purnamadewi yang turut hadir sebagai narasumber, memaparkan dampak penting pengelolaan limbah kemasan dari sisi sosial ekonomi masyarakat.
Perwakilan Croplife Indonesia, Agung Kurniawan menambahkan, “Pengelolaan limbah kemasan pestisida adalah bagian dari tanggung jawab bersama. Kami selaku industri siap mendukung petani melalui edukasi.”
Sementara itu, Sekretaris Desa Raya, mengapresiasi kegiatan ini. “Kami berterima kasih kepada IPB dan semua pihak yang terlibat. Pelatihan ini sangat bermanfaat, apalagi Desa Raya adalah sentra pertanian yang harus menjaga kualitas lingkungan demi keberlanjutan.”
Program ini diharapkan menjadi langkah nyata mengurangi pencemaran lingkungan serta meningkatkan kesadaran petani dalam menerapkan praktik pertanian yang ramah lingkungan. (*/Rz)
