Fortifikasi Tepung Ikan untuk Pencegahan Stunting di Kebakalan, Kebumen

Fortifikasi Tepung Ikan untuk Pencegahan Stunting di Kebakalan, Kebumen

fortifikasi-tepung-ikan-untuk-pencegahan-stunting-di-kebakalan-kebumen
Pengabdian Masyarakat

Tim dosen dan mahasiswa IPB University mengenalkan fortifikasi tepung ikan sebagai salah satu solusi pencegahan stunting pada anak balita.

Menjadi bagian program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam), kegiatan dilaksanakan di Desa Kebakalan, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Tim terdiri dari Prof Tri Wiji Nurani, Dr Yopi Novita, Dr Retno Muninggar, P Ika Wahyuningrum, SPi, MSi, dan Sari Rama Dianti, SPi.

Kegiatan diawali sosialisasi pencegahan stunting. Acara diikuti perangkat Desa Kebakalan, ibu-ibu pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK), anggota Muslimat dan Fatayat, serta kader posyandu dengan total peserta mencapai 35 orang. 

Apresiasi disampaikan Kepala Desa Kebakalan, R Wiwit Setiyawan Wijayanto, SSos. Ia menyambut baik kegiatan ini dan menilai, “Pemberian tepung ikan dalam olahan pangan merupakan ide menarik yang dapat menjamin pemberian gizi ikan setiap saat.” 

Ketua tim Dospulkam, Pro Tri Wiji Nurani, menjelaskan keberadaan tepung ikan menjadi cara cerdas pemenuhan gizi balita secara berkelanjutan. Dengan menyisipkannya ke dalam berbagai produk olahan makanan yang disukai oleh anak-anak dan anggota keluarga lainnya.  

Kegiatan ini, sebutnya, merupakan kelanjutan dari program riset nasional tahun 2024. Sebelumnya, fortifikasi tepung ikan dilakukan untuk produk lanting khas Kebumen.

Turut hadir dalam kegiatan ini, perwakilan staf Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kebumen, Hantari Mahadewi, SP. Ia mengapresiasi kegiatan Dospulkam ini sebagai langkah awal yang potensial. 

“Kebumen memiliki potensi perikanan laut yang besar, tetapi juga masih menghadapi tantangan kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah. Semoga program seperti ini bisa berlanjut,” harapnya.

Sementara itu, Iin Latifa, ST, staf Bapperida lainnya menambahkan bahwa pencegahan stunting tidak hanya dengan menargetkan balita, akan tetapi juga calon pengantin dan ibu hamil.

Ketua PKK Desa Kebakalan, Indra Wahyuni, juga menyampaikan bahwa tepung ikan berpotensi dikembangkan menjadi produk UMKM desa yang bisa menjadi sumber penghasilan tambahan dan dapat dikembangkan menjadi ide usaha baru di Desa Kebakalan.

Acara ditutup dengan sesi praktik memasak bersama menggunakan tepung ikan yang didampingi tim Dospulkam. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi, bahkan beberapa ibu mulai menyusun ide makanan olahan dari tepung ikan. (*/Rz)