IPB University dan KKP Terjunkan 560 Surveyor Kampung Nelayan Merah Putih
IPB University bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi melepas 560 surveyor untuk melakukan survei pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai wilayah Indonesia.
Survei ini menjadi langkah awal dalam memastikan kesiapan lokasi sekaligus meletakkan fondasi pemberdayaan masyarakat pesisir yang berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan.
“Sebanyak 279 lokasi akan disurvei untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus sebagai bagian penting dari rekayasa sosial pada tahap awal pembangunan,” ujar Staf Ahli Menteri KKP Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Trian Yunanda, SPi, MSc saat acara pelepasan (7/1) di Kampus IPB Dramaga.
Para surveyor bertugas memverifikasi data usulan dari pemerintah daerah, berdialog dengan masyarakat, mengidentifikasi potensi usaha, serta menyusun model bisnis lokal.
Ia menargetkan, desa nelayan akan dipetakan dalam klaster bisnis dari desa hub hingga penyangga. Data tersebut menjadi dasar penguatan pendampingan, pemberdayaan, dan rantai pasok perikanan nasional yang terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih.
“Kalau kita sudah tahu berapa ikan yang ada di cold storage, kita bisa siapkan off taker-nya. Ini akan menciptakan stabilitas harga ikan dan menjaga mutu melalui sistem rantai dingin,” ungkapnya.
Wakil Rektor IPB University bidang Konektivitas Global, Kerjasama, dan Alumni, Prof Iskandar Z Siregar dalam momen itu menekankan pentingnya data sebagai baseline pembangunan.
“Fail to plan is plan to fail. Perencanaan berbasis data yang kuat menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Survei ini akan menjadi dasar objektif untuk menentukan model pendampingan, pemberdayaan, dan bisnis ke depan,” ujarnya.
Ia juga menilai sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak utama menuju Indonesia sebagai negara maju. Menurutnya, konsep ekonomi biru harus terus diperkuat sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu, Ketua Tim Penyelenggara Penyiapan Pelaksanaan Pembangunan Program KNMP, Dr Handian Purwawangsa menayatakan, pihaknya telah menyeleksi dan mempersiapkan 560 surveyor terbaik dari total 4.274 pendaftar yang berasal dari 72 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Seluruh surveyor telah menjalani coaching intensif selama dua hari sebagai bekal sebelum diterjunkan ke lapangan. Keberangkatan akan dilakukan secara bertahap mulai 10 Desember 2025.
“Dengan sinergi dan dedikasi tinggi, kami berkomitmen menyukseskan survei ini sebagai landasan data perumusan kebijakan KNMP ke depan,” pungkas Dr Handian yang juga Direktur DPMA IPB University ini.
