Dekan FMIPA Seluruh Indonesia Bertemu di IPB University, Siap Rombak Kurikulum Lebih Relevan
Kampus IPB Gunung Gede, Kota Bogor menjadi saksi pertemuan para dekan fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam (FMIPA), fakultas sains dan teknologi (FST), dan fakultas sains dan matematika (FSM) dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam MIPAnet.
Melalui Workshop Kurikulum Industri-MIPAnet (23–26/11), acara ini digelar sebagai forum strategis untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan MIPA yang relevan dengan industri dan kebutuhan masa depan yang ditopang oleh otomasi, internet of things (IoT), artificial intelligence (AI), dan teknologi mutakhir lainnya.
“Saya berharap kegiatan ini dapat memperkuat peran perguruan tinggi sebagai penghubung antara ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi. Dengan kolaborasi yang baik antara perguruan tinggi dan industri, kita dapat meningkatkan kualitas lulusan MIPA sekaligus mempercepat transformasi Indonesia menuju negara berbasis inovasi,” ujar Rektor IPB University, Prof Arif Satria.
Sekretaris Jenderal MIPAnet, Prof Kuwat Triyana, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan langkah nyata untuk memperkecil kesenjangan kompetensi antara lulusan MIPA dan kebutuhan industri. Menurutnya, perkembangan industri yang sangat cepat menuntut pembaruan kurikulum secara berkelanjutan.
“Kami berkumpul di IPB untuk membahas program-program MIPAnet, salah satunya bagaimana menjembatani kampus dan industri. Banyak bidang di bawah MIPAnet mulai matematika, sains, hingga ilmu komputer yang masih perlu alignment dengan kebutuhan industri. Hari ini kami mendengarkan langsung dari industri mengenai keahlian yang dibutuhkan sekarang hingga 5–10 tahun ke depan,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil diskusi bersama narasumber industri akan menjadi dasar penyusunan revisi kurikulum di berbagai program studi. Workshop ini juga menjadi pertemuan awal yang akan ditindaklanjuti dengan forum lebih besar bersama lebih banyak pelaku industri. Harapannya, pembaruan kurikulum di seluruh anggota MIPAnet benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata industri.
Senada, Dekan FMIPA IPB University sekaligus Ketua Bidang Kerja Sama Pendidikan MIPAnet, Prof Berry Juliandi juga menekankan bahwa agenda utama workshop adalah memastikan kurikulum MIPA lebih relevan dan adaptif terhadap perkembangan dunia kerja.
“Selama ini ada anggapan bahwa lulusan MIPA kurang match dengan kebutuhan industri. Karena itu, kami menghadirkan empat narasumber industri untuk memaparkan kompetensi apa yang mereka butuhkan,” ujarnya.
“Para dekan dan ketua program studi juga akan membahas kurikulum, mana yang masih relevan, mana yang perlu diperbarui, dihapus, atau diganti,” imbuh dia.
Prof Berry menambahkan, output utama kegiatan ini adalah rancangan kurikulum baru yang berkesinambungan dengan dinamika industri. “Kami ingin kurikulum FMIPA di seluruh anggota MIPAnet benar-benar selaras dengan tuntutan industri,” pungkasnya. (AS)

