Dosen IPB University Kenalkan Pendekatan Integrasi Kepiting Bakau-Restorasi Mangrove di Muara Gembong

Dosen IPB University Kenalkan Pendekatan Integrasi Kepiting Bakau-Restorasi Mangrove di Muara Gembong

dosen-ipb-university-kenalkan-pendekatan-integrasi-kepiting-bakau-restorasi-mangrove-di-muara-gembong
Pengabdian Masyarakat

Dosen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Prof Sulistiono dan Dudi Muhammad Wildan, SP, MSi mengenalkan pendekatan restorasi mangrove lewat program integrasi kepiting bakau.

“Penanaman mangrove dapat dikombinasikan dengan penebaran kepiting bakau. Berdasarkan penelitian, keberadaan kepiting bakau mampu menyuburkan pertumbuhan mangrove,” kata Dudi saat sosialisasi kepada warga Desa Mekar, Muara Gembong (15/11).

Selain itu, lanjutnya, penebaran kepiting membuat masyarakat tidak hanya menunggu mangrove tumbuh besar, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi ketika kepiting dapat dipanen.

“Melalui pemberdayaan masyarakat, kegiatan ini mendorong partisipasi aktif warga dalam memulihkan ekosistem mangrove sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir,” sebut Prof Sulistiono.

Program ini merupakan bagian dari hibah I-CAN Synergy on Multidisciplinary Collaborative Study (I-CAN Sync), berkat kolaborasi IPB University dan University of Waterloo, Kanada.

Menurut Prof Sulistiono, integrasi penanaman mangrove dengan penebaran benih kepiting bakau tidak hanya mendukung pemulihan ekosistem. Program tersebut juga memberikan manfaat ekonomi melalui potensi panen kepiting di masa mendatang.

“Bapak-bapak akan berfokus pada penanaman mangrove dan penyebaran benih dan pemeliharaan kepiting bakau. Sementara para ibu akan mengikuti program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan pengolahan kepiting menjadi produk bernilai jual seperti abon kepiting, bakso kepiting, dan kerupuk kepiting,” jelasnya.

Sosialisasi ini juga menjadi wadah diskusi mengenai lokasi yang tepat untuk rehabilitasi mangrove. Pihak RW setempat merekomendasikan area terdampak abrasi sebagai lokasi prioritas.

“Untuk mendukung pelaksanaan program, kami juga akan menggandeng tenaga ahli yang memberikan pelatihan komprehensif mulai dari teknik preparasi, proses pengolahan, pengemasan hingga strategi pemasaran produk,” pungkasnya. (*/Rz)