Prof Agik Suprayogi, Terpilih Jadi Most Popular Professor in Community Engagement dari ADPI Global Awards

Prof Agik Suprayogi, Terpilih Jadi Most Popular Professor in Community Engagement dari ADPI Global Awards

prof-agik-suprayogi-terpilih-jadi-most-popular-professor-in-community-engagement-dari-adpi-global-awards
Berita / Prestasi

Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University meraih penghargaan ADPI Global Award (AGA) 2025 The Global Higher Education, Kategori Most Popular Professor: Outstanding Professor in Community Engagement. Penghargaan diberikan di Universiti Putra Malaysia (9/11).

Prof Agik Suprayogi merupakan peneliti di bidang fisiologi kardiovaskuler, respirasi, lingkungan, dan nutrisi pada satwa liar. Ia juga dikenal sebagai sosok di balik Katulac®, inovasi daun katuk (Sauropus androgynus) depolarisasi yang berfungsi sebagai feed additive pemicu produksi susu.

“Sekitar 12 tahun saya mengembangkan Katulac®, banyak dinamika dan tantangan. Dari inovasi itu kemudian mendorong saya merumuskan konsep hilirisasi ‘Hipermadani’ atau Hilirisasi Inovasi Perguruan Tinggi untuk Masyarakat dan Petani,” ujar peneliti yang pernah menempuh pendidikan S2 dan S3 di Georg-August University, Goettingen, Jerman ini.

Model ini, urainya, mengarahkan inovasi perguruan tinggi (PT) segera hadir ke masyarakat/pengguna agar memiliki dampak sosial ekonomi yang tinggi. Tentunya dengan menggandeng industri, pemerintah daerah, masyarakat (petani-peternak), termasuk komunitas profesi seperti Asosiasi Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (ADPI).

“Melalui Hipermadani, inovasi Katulac® diterima dan menjadi kebutuhan para peternak sapi perah di berbagai daerah. Hasil survei kami di peternakan sapi perah Kecamatan Pujon dan Ngantang, Kabupaten Malang menunjukkan rasa kepuasan dan peningkatan produktivitas sapi perah mereka,” tuturnya.

“Apa yang saya capai, tidak lepas dari dukungan IPB. Saya merasa atmosfer akademik di IPB sangat bagus dan kondusif. Situasi ini sangat memudahkan saya meneliti sekaligus mengarahkan inovasi Katulac® dan Hipermadani diterima oleh internasional, seperti pada AGA 2025 ini,” lanjut Prof Agik.

Baginya, penghargaan ini bukan sekedar capaian pribadi, melainkan untuk warga IPB University, khususnya para dosen muda. Ia mengharap penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi semua untuk terus berkarya pada garis keilmuan yang mengalir berujung pada pemanfaatannya pada masyarakat.

Tentang ADPI
ADPI merupakan organisasi profesi sekaligus wadah pemersatu kegiatan para dosen dalam pengabdian kepada masyarakat secara mandiri. Penghargaan AGA 2025 ini menegaskan peran penting perguruan tinggi dan akademisi dalam memajukan pendidikan global serta memberikan kontribusi nyata melalui pengabdian kepada masyarakat.

Hingga saat ini, keanggotaan ADPI memiliki lebih dari 2.000 dosen dari ratusan perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia dan mancanegara (Timor Leste, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Korea, Jepang, Pakistan, Tanzania, Kirgistan, Australia, Kosovo, Inggris, Rusia, Nigeria, Palestina, dan Mesir). (dh)