Serasa Bermain, Dosen SV IPB University Ajak Siswa TK Sinar Indonesia Bercocok Tanam dengan Hidrogel

Serasa Bermain, Dosen SV IPB University Ajak Siswa TK Sinar Indonesia Bercocok Tanam dengan Hidrogel

serasa-bermain-dosen-sv-ipb-university-ajak-siswa-tk-sinar-indonesia-bercocok-tanam-dengan-hidrogel
Berita / Pengabdian Masyarakat

Tim Sekolah Vokasi IPB University mengenalkan pertanian kepada siswa-siswi Sekolah Inklusi Sinar Indonesia lewat belajar bercocok tanam dengan media hidrogel.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) Pengabdian.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan konsep pertanian yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis bercocok tanam, tetapi juga menanamkan semangat kemandirian pangan sejak dini,” kata ketua tim, Dr Doni Sahat Tua Manalu.

Lanjutnya, “Ini adalah wujud nyata dan komitmen IPB University dalam mendukung pendidikan inklusif dan pemberdayaan masyarakat agar mampu berkontribusi pada ketahanan pangan nasional yang harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, komunitas, wilayah sehingga dapat teragregasi secara nasional untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.”

Kepala Sekolah TK Sinar Indonesia, Dian Nur Oktaviani R, SPd yang akrab disapa Miss Okta, menyampaikan rasa bahagia dan antusiasmenya atas kehadiran tim IPB University. 

“Kami merasa sangat senang dan bersyukur karena tim dosen Sekolah Vokasi IPB University telah hadir dan menjadikan kami mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat tahun ini. Dari kegiatan ini, kami belajar bahwa bertani tidak selalu identik dengan lumpur dan sawah, melainkan bisa dilakukan dengan cara-cara modern yang bersih dan menyenangkan,” kata dia.

Diungkapkannya, “Kami juga semakin paham bahwa ketahanan pangan sebenarnya dimulai dari langkah kecil di rumah dan lingkungan sekitar. Jika semua orang berkontribusi, maka ketahanan pangan nasional akan terbentuk secara berkelanjutan.”

Henny Rusmiyati, SP, MSi, dosen Program Studi Teknologi Industri Benih Sekolah Vokasi IPB University, berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa bertani itu mudah, menarik, dan menyenangkan. Dengan mengenalkan media tanam modern seperti hidrogel, anak-anak dapat belajar mencintai alam dan memahami pentingnya pertanian bagi masa depan bangsa, katanya.

“Kami ingin menumbuhkan semangat petani muda sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045,” imbuh Henny dengan penuh semangat dan ceria berinteraksi dengan siswa.

Selain para guru dan dosen, siswa-siswi TK juga tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Salah satu siswa TK Sinar Indonesia, Rafa, dengan polos berkata,

“Aku senang banget bisa nanam sendiri. Ternyata pakai hidrogel itu seru, nggak kotor dan tanamannya bisa tumbuh juga. Nanti mau aku rawat terus biar cepat besar!” ujar Rafa sambil tersenyum bangga. (*/Rz)

Tim Sekolah Vokasi IPB University mengenalkan pertanian kepada siswa-siswi Sekolah Inklusi Sinar Indonesia lewat belajar bercocok tanam dengan media hidrogel.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) Pengabdian.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan konsep pertanian yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis bercocok tanam, tetapi juga menanamkan semangat kemandirian pangan sejak dini,” kata ketua tim, Dr Doni Sahat Tua Manalu.

Lanjutnya, “Ini adalah wujud nyata dan komitmen IPB University dalam mendukung pendidikan inklusif dan pemberdayaan masyarakat agar mampu berkontribusi pada ketahanan pangan nasional yang harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, komunitas, wilayah sehingga dapat teragregasi secara nasional untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.”

Kepala Sekolah TK Sinar Indonesia, Dian Nur Oktaviani R, SPd yang akrab disapa Miss Okta, menyampaikan rasa bahagia dan antusiasmenya atas kehadiran tim IPB University. 

“Kami merasa sangat senang dan bersyukur karena tim dosen Sekolah Vokasi IPB University telah hadir dan menjadikan kami mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat tahun ini. Dari kegiatan ini, kami belajar bahwa bertani tidak selalu identik dengan lumpur dan sawah, melainkan bisa dilakukan dengan cara-cara modern yang bersih dan menyenangkan,” kata dia.

Diungkapkannya, “Kami juga semakin paham bahwa ketahanan pangan sebenarnya dimulai dari langkah kecil di rumah dan lingkungan sekitar. Jika semua orang berkontribusi, maka ketahanan pangan nasional akan terbentuk secara berkelanjutan.”

Henny Rusmiyati, SP, MSi, dosen Program Studi Teknologi Industri Benih Sekolah Vokasi IPB University, berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa bertani itu mudah, menarik, dan menyenangkan. Dengan mengenalkan media tanam modern seperti hidrogel, anak-anak dapat belajar mencintai alam dan memahami pentingnya pertanian bagi masa depan bangsa, katanya.

“Kami ingin menumbuhkan semangat petani muda sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045,” imbuh Henny dengan penuh semangat dan ceria berinteraksi dengan siswa.

Selain para guru dan dosen, siswa-siswi TK juga tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Salah satu siswa TK Sinar Indonesia, Rafa, dengan polos berkata,

“Aku senang banget bisa nanam sendiri. Ternyata pakai hidrogel itu seru, nggak kotor dan tanamannya bisa tumbuh juga. Nanti mau aku rawat terus biar cepat besar!” ujar Rafa sambil tersenyum bangga. (*/Rz)