Perkuat Budaya Disiplin Pegawai, Berikut Pesan Wakil Rektor IPB University
Dalam upaya membangun budaya disiplin dan profesionalisme, IPB University melalui Direktorat Sumber Daya Manusia (SDM) menyelenggarakan Workshop Pembinaan dan Penegakan Disiplin Pegawai. Kegiatan berlangsung di Kampus IPB Dramaga, Bogor (14/10).
Wakil Rektor IPB University bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur, Dr Alim Setiawan Slamet menekankan disiplin sebagai salah satu kunci utama dalam membangun organisasi yang kuat dan berintegritas.
“Kalau organisasi disiplinnya kuat, maka transformasi akan berjalan dengan baik. IPB ini besar, dengan lebih dari empat ribu pegawai. Tidak mudah menjaga sistem yang tertib. Dengan disiplin yang konsisten, semua bisa berjalan baik,” ujarnya.
Dr Alim juga mengingatkan bahwa setiap pimpinan unit memiliki tanggung jawab melakukan pembinaan, pengawasan, dan penegakan disiplin kepada pegawai di bawahnya.
“Kalau ada pegawai yang diduga melakukan pelanggaran disiplin, atasan wajib melakukan pemeriksaan. Bila tidak dilakukan, justru atasan bisa mendapat sanksi yang lebih berat,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya ketelitian administrasi dan kepatuhan terhadap prosedur dalam setiap proses penegakan disiplin. Hal tersebut, kata dia, penting untuk menghindari kesalahan administratif yang bisa berujung pada konsekuensi hukum.
Sementara itu, Direktur SDM IPB University, Dr Heti Mulyati, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk langkah preventif agar para pimpinan memahami secara komprehensif aturan disiplin pegawai, baik bagi pegawai negeri sipil (PNS), pegawai tetap non-PNS, maupun pegawai kontrak.
“Kami ingin para pimpinan memahami peraturan dan prosedur pembinaan disiplin, sehingga permasalahan di unit kerja bisa ditangani langsung tanpa harus selalu menunggu tindak lanjut dari Direktorat SDM,” terangnya.
Ia mencontohkan berbagai kasus yang kerap muncul di lingkungan kerja, seperti ketidakhadiran tanpa izin, masalah administrasi pernikahan atau perceraian yang tidak dilaporkan, hingga pelanggaran kode etik.
“Pimpinan harus tahu salurannya. Pemanggilan pegawai tidak bisa lewat WhatsApp atau telepon, tetapi menggunakan format resmi sesuai ketentuan,” ujarnya menegaskan.
Melalui kegiatan ini, para pimpinan fakultas dan sekolah diharapkan dapat memperkuat budaya disiplin di unit masing-masing, sekaligus meningkatkan produktivitas, profesionalisme, serta rasa kekeluargaan di lingkungan kerja IPB University.
“Kita ingin membangun lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan berintegritas. Karena disiplin bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi fondasi penting untuk menciptakan organisasi yang tangguh,” tutup Dr Heti.

